Yamaha

Menengok Kisah "Jaya" Industri Batik Tasikmalaya

  Rabu, 11 Maret 2020   Irpan Wahab Muslim
ilustrasi. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

SUKARAJA, AYOTASIK.COM -- Tasikmalaya pernah menjadi sentra industri batik di wilayah Priangan Timur. Pada awal abad ke-20, industri batik di Tasikmalaya tersebar di beberapa lokasi, di antaranya untuk Kota Tasikmalaya di Kecamatan Buninagara, Cipedes, Gudang Jero, Gudang Pasantren, Bojongkaum, Panglayungan, dan Sayuran. Sementara di Kabupaten Tasikmalaya di wilayah Kecamatan Sukaraja.

Masuknya batik ke Tasikmalaya, secara tidak langsung akibat peperangan yang terjadi di wilayah Jawa Tengah. Para pengusaha dan pengrajin batik dari wilayah Pekalongan, Tegal, Banyumas, dan Kudus mengungsi ke Jawa Barat, salah satunya ke Tasikmalaya.

Datangnya para pengungsi dan kemudian menetap di wilayah Tasikmalaya ini membuat seni batik juga mulai berkembang. Kondisi alam dan lingkungan daerah Tasikmalaya yang berbeda dengan daerah Jawa Tengah yang merupakan asal dari seni batik ini, membuat para perajin menyesuaikan motif dan corak batik dari yang mereka buat dulu.

Karakter yang khas lantaran penyesuaian itu, membuat batik Tasikmalaya sempat menemui masa kejayaannya hingga disebut sebagai pusat industri pembuatan baju batik di Jawa Barat.

"Jadi akulturasi budaya, dalam batik pun produksinya itu ada khas Jawa tapi motifnya dimodifikasi," kata Suyuti (54) salah satu perajin batik di Tasikmalaya, Rabu (11/3/2020).

Dari akulturasi dan perpaduan motif itu, kata Suyuti, setidaknya ada tiga motif batik khas di Tasikmalaya, yakni Batik Sukaraja, Batik Sawoan, dan Batik Tasikan.

Batik Sukaraja mempunyai ciri yang lebih menyerupai Batik Madura dengan karakternya yang kontras, baik dari sisi ukuran motif maupun warna. Ciri khas lainnya yakni warna tanah yang digunakan.

Sedangkan Batik Sawoan, lebih didominasi oleh warna coklat, seperti warna buah sawo yang berpadu dengan warna indigo dan sedikit warna putih.

"Untuk Tasikan sendiri itu warna cerah dan kaya motif. Tidak banyak isen-isen. tiga motif itu secara garis besarnya, tapi sekarang lebih berkembang," ucap Suyuti.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar