Yamaha

Mengenal Kampung Kokol, Kampung "Tanda Bahaya" Serangan Penjajah

  Kamis, 12 Maret 2020   Irpan Wahab Muslim
Kampung Kokol di Desa Sukamulya, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Kampung Kokol adalah satu perkampungan di Desa Sukamulya, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, yang dihuni lebih dari 200 kepala keluarga (KK) dengan 2 RW di dalamnya. Di Kampung Kokol ini pun berdiri bangunan SMA 1 Singaparna. Namun lebih dikenal dengan sebutan SMA Kokol.

Menjawab rasa penasaran asal mula nama Kampung Kokol, Ayotasik.com mencoba menelusuri langsung kampung itu berada.  Meskipun kebanyakan masyarakat saat ditanya tidak mengetahui asal mula kampung ini, namun ada yang memperkirakan nama kampung sudah ada sejak zaman kolonial Belanda.

Udin (70), salah seorang warga setempat menuturkan bahwa ia pernah mendengar cerita orang tuanya jika Kampung Kokol diambil dari nama alat tradisional yang dijadikan sirine atau tanda bahaya pada zaman dulu. Tanda bahaya itu bisa berupa keadaan darurat, misalnya kebakaran. Namun, dahulu, di kampung ini "kokol" pun dijadikan tanda peringatan bahwa penjajah datang.

"Cenah ceuk kolot kapungkur, di dieu teh dijadikeun tempat sirine waktu jaman kolonial. Sok disadakeun lamun aya kabakaran atawa bahaya serangan penjajah (Kata orang tua dulu, di sini suka dijadikan tempat sirine waktu zaman kolonial. Suka dibunyiin kalau ada kebakaran atau bahaya serangan penjajah)" kata Udin, Kamis (12/3/2020).

Ditambahkan Udin, kokol yang dipasang pun berjumlah banyak dan berukuran besar. Otomatis, masyarakat yang berjarak lebih dari 2 kilometer dari kampung ini bisa mendengar suara gemuruh dari kokol tersebut. Masyarakat yang mendengarnya dipastikan bakal waspada dengan kemungkinan yang tengah atau akan terjadi.

"Simkuring oge saur sepuh kapungkur we jang, duka leres duka henteu. Mung saemut kuring mah kolot kapungkur ngobrolna kitu (Saya juga kata orang tua dulu den, tidak tahu benar atau salah. Tapi seingat saya orang tua dulu ngobrolnya begitu)" papar Udin.

Warga lainnya Dedih (56) menuturkan, tidak ada yang mengetahui pasti asal mula penamaan Kampung Kokol. Namun berdasarkan cerita atau desas-desus "orang dulu", seraya menguatkan pernyataan Udin, kampung ini memang dijadikan tempat dibunyikannya sirine tanda bahaya.

"Katanya, ini mah katanya cerita turun temurun di sini itu sebagai kampung yang khusus membunyikan sirine bahaya zaman dulu. Sepertinya harus ada penelusuran sejarah," ucap Dedih.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar