Yamaha

Besaran BPNT Bulan Maret Naik, Penerima Manfaat Bersyukur

  Selasa, 17 Maret 2020   Irpan Wahab Muslim
Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial, Fakir Miskin, dan Data pada Dinas Sosial Kabupaten Tasikmalaya Rahmat ZM. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Besaran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) bulan ini mengalami kenaikan. Sebelumnya, besaran bantuan senilai Rp110 ribu per Keluarga Penerima Manfaat (KPM) naik menjadi Rp150 ribu per KPM pada awal tahun ini. Namun angka itu kembali naik pada bulan ini sebesar Rp200 ribu.

Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial, Fakir Miskin, dan Data pada Dinas Sosial Kabupaten Tasikmalaya Rahmat ZM mengatakan, kenaikan besaran ini sesuai arahan dari Kementrian Sosial dengan jangka waktu hingga Agustus mendatang.

"Sekarang pada bulan Maret ini mengalami kenaikan lagi menjadi Rp200 ribu per keluarga. Sesuai arahan dari Kementerian Sosial jangka waktunya hingga bulan Agustus 2020 mendatang, jadi kurang lebih untuk selama 6 bulan ke depan," kata Rahmat, Selasa (17/3/2020).

Rahmat menambahkan, tahun sebelumnya komoditi yang dibeli oleh KPM itu hanya berupa beras dan telur. Namun saat ini, ada penambahan protein hewani dan nabati. Di antaranya bisa dengan daging, baik itu daging ayam kemudian ikan, tahu, tempe, sayur-sayuran.

"Jika pada tahun lalu itu menggunakan sistem paket, sekarang itu tidak berbentuk paket. Jadi tergantung kemauan si KPM, mau belanja apa saja tergantung kemauan si KPM. Jika kemarin itu hanya 10 kilo gram beras dan sisanya telur, sekarang tiap KPM itu bebas mau berapa kg berasnya, mau berapa kilo gram untuk dagingnya, kemudian sayur-mayur dan juga yang lainnya, " kata Rahmat.

Untuk jumlah KPR di kabupaten Tasikmalaya, Rahmat menyebutkan, jumlahnya mencapai 148 ribu lebih. Data penerima sebanyak itu didapatkan dari desa dan itu tidak sembarangan. Pasalnya untuk penentuannya juga harus ditetapkan oleh bupati setiap tahunnya dan dikirim ke Kemensos.

"Di desa itu disiapkan sebagai pencatat untuk mendata bagi masyarakat yang tidak mampu, jadi mereka turun ke lapangan sehingga data itu dari bawah dan harus dari desa karena yang tau itu warga yang makan dan tidak makan, mampu dan tidak mampu itu ya desa sendiri," ucapnya.

Salah seorang warga Desa Cipakat Kecamatan Singaparna, Heni (48) mengaku senang dan terbantu dengan adanya penambahan nominal serta komoditi baru dalam penyaluran bantuan sembako tersebut.

"Alhamdulillah senang ada kenaikan dan yang dulu hanya beras dan telur sekarang ada tambahnya yaitu daging, tahu, tempe, sayuran, sehingga  terbantu untuk mencukupi gizi," kata dia.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar