Yamaha

PPNI Peduli Jompo, Berikan Pelayanan Kesehatan Gratis

  Selasa, 17 Maret 2020   Irpan Wahab Muslim
Bertepatan dengan hari jadi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) ke-46, DPD PPNI Kabupaten Tasikmalaya menggelar bakti sosial dan pelayanan kesehatan gratis. Bakti sosial dipusatkan di Panti Jompo Welas Asih Desa Cikunir, Kecamatan Singaparna, Selasa (17/3/2020).

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Bertepatan dengan hari jadi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) ke-46, DPD PPNI Kabupaten Tasikmalaya menggelar bakti sosial dan pelayanan kesehatan gratis. Bakti sosial dipusatkan di Panti Jompo Welas Asih Desa Cikunir, Kecamatan Singaparna, Selasa (17/3/2020).

Ketua DPD PPNI Kabupaten Tasikmalaya Asep Muslihat Permana mengatakan bahwa kegiatan bakti sosial dilakukan selain dalam rangka memperingati hari jadi, namun juga aktivitas semacam ini sudah tertuang dalam peraturan organisasi sehingga menjadi satu keharusan.

"Kegiatan ini merupakan sebuah komitmen PPNI dalam mewujudkan pengabdian sebagai organisasi profesi yang memiliki rasa melayani kepentingan umat," kata Asep.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa perawat dekat dengan masyarakat, bermanfaat, serta memiliki daya guna, dan memiliki nilai kualitas sebagai pribadi perawat.

Saat ini, tambah Asep, jumlah anggota atau perawat yang masuk dalam organisasi profesi PPNI Kabupaten Tasikmalaya ada sebanyak 1.300-an. Dengan surat penugasan dari bupati perawat non ASN mendapatkan pengakuan dan mempunyai dasar pijakan.

"Maka bisa meningkatkan kepercayaan diri, tenaga honorer perawat sehingga membantu eksistensi keberadaan dan dalam menjalankan tugas keperawatan di Kabupaten Tasikmalaya," papar dia.

Dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19, lanjut Asep, sikap PPNI dalam menjalankan tugasnya, para perawat lebih diingatkan dalam merawat masyarakat dan mengingatkan masyarakat untuk selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

"Seperti SOP yang sudah biasa dilaksanakan, cuci tangan dengan antiseptik, kita lebih menekankan untuk menjadikan kebiasaan. Kita utamakan intensitas lebih kepada perlindungan diri dan steril dalam pelayanan kepada pasien dan masyarakat. Guna memutus mata rantai penyebaran virus Corona," tambah dia.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar