Yamaha

Pulang dari Berbagai Kota, 244 Warga Cipatujah Isolasi Diri

  Kamis, 26 Maret 2020   Irpan Wahab Muslim
ilustrasi. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

CIPATUJAH, AYOTASIK.COM -- Sedikitnya 244 warga dari 15 desa di Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, yang pulang dari perantauan atau luar kota diisolasi mandiri di rumahnya masing-masing.

Pengisolasian itu sendiri dipantau oleh Tim Satgas Covid-19 UPT Puskesmas Cipatujah. Namun meski mereka masuk ke dalam data orang yang baru pulang dari wilayah transmisi lokal atau luar daerah, mereka belum dinyatakan berstatus Orang Dalam Pantauan (ODP).

Ketua Tim Satgas Covid-19 UPT Puskesmas Cipatujah Nono Yuhana menjelaskan, 244 warga itu tersebar di antaranya di Desa Bantarkalong ada 20 orang dengan satu orang memiliki keluhan, Desa Sindangkerta14 orang dengan satu orang disertai keluhan, Desa Ciandum 25 orang dengan satu orang disertai keluhan, Desa Nagrog sebanyak 8 orang dengan satu orang disertai keluhan.

Kemudian, Desa Cikawungading 19 orang, Desa Kertasari 5 orang dengan empat orang disertai keluhan, Desa Darawati sebanyak 27 orang dengan dua orang disertai keluhan, Desa Padawaras 11 orang, Desa Cipatujah 19 orang, Desa Sukahurip 5 orang.

Selanjutnya, Desa Pameutingan 16 orang dengan dua orang disertai keluhan, Desa Ciheras 14 orang dengan satu orang disertai keluhan, Desa Tobongjaya 18 orang dengan dua orang disertai keluhan, Desa Nangelasari ada 28 orang dengan empat orang disertai keluhan dan Desa Cipanas ada 15 orang dengan dua orang disertai keluhan.

"Mereka itu baru pulang dari daerah transmisi dengan di dalamnya ada 21 orang yang disertai keluhan batuk dan pilek ringan belum masuk status ODP. Pihak Puskesmas menyarankan ke 244 untuk tinggal di rumah atau isolasi mandiri," ucap Nono melalui sambungan telepon, Kamis (26/3/2020).

Nono menjelaskan, keseluruhan warga Cipatujah yang pulang dari luar daerah tidak semuanya pulang dari daerah yang masuk transmisi atau yang termasuk zona merah sebagaimana ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

"Masih dipantau selama isolasi mandiri 14 hari di rumah. Dan dianjurkan konsultasi via telepon dan WhatsApp dengan Satgas Covid-19 UPT Puskesmas Cipatujah," ujar Nono.

Nono menambahkan rencananya mulai Kamis (26/3/2020), Tim Satgas Covid-19 UPT Puskesmas Cipatujah akan melakukan rapat koordinasi untuk mengambil langkah dan tindakan selanjutnya dengan memastikan siapa saja dari ke-244 warga tersebut yang gejalanya mendekati ke Covid-19.

"Besok baru ada keputusan, termasuk memastikan kemungkinan dari 244 warga ada yang masuk status ODP, atau bahkan ada warga yang statusnya meningkat menjadi PDP," ungkap dia.

Dihubungi terpisah, Kepala Desa Padawaras Kecamatan Cipatujah Yayan Siswandi mengatakan, data sementara warga Cipatujah yang pulang dari wilayah transmisi lokal asal Desa Padawaras sebanyak 11 orang.

Menurut Yayan, kepulangan 11 warganya tersebut variatif ada yang baru pulang dari Jakarta, Bekasi, dan daerah lainnya. Ada juga yang pulang dari daerah yang tidak masuk zona merah penyebaran virus Covid-19 atau Corona.

"Saya komunikasi sama mereka lewat WA, saya berikan saran agar mereka yang baru pulang dari kota, tidak dulu keluar rumah. Kalau memang tidak ada kepentingan yang urgen," kata Yayan.

Menurut Yayan, apabila dalam kurun waktu sebelum 14 hari muncul gejala-gejala virus Corona seperti yang disampaikan oleh pemerintah pusat atau pihak medis, maka mereka diharuskan melapor kepada pihak desa. Pihak desa nantinya berkomunikasi dengan pihak puskesmas. 

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar