Yamaha

Wisata Batu Mahpar Tutup, Pengelola Rugi 100 Persen

  Rabu, 08 April 2020   Irpan Wahab Muslim
Obyek wisata batu mahpar di Desa Sukamulih Kecamatan Leuwisari,

LEUWISARI, AYOTASIK.COM --Penyebaran Covid-19 yang saat ini terjadi bukan hanya berdampak pada pelaku UMKM, namun juga berdampak pada sektor wisata.

Pengelola objek wisata bahkan harus rela kehilangan omzet 100 persen karena tutup beroperasi sebagaimana imbauan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya nomor 12 tahun 2020 tentang Penutupan Sementara objek wisata di Wilayah Kabupaten Tasikmalaya.

Pengelola objek wisata batu mahpar di Desa Sukamulih Kecamatan Leuwisari, Totong Muhammad Hidayat menuturkan, pihaknya menutup objek wisata batu mahpar pada awal Maret lalu. Kebijakan penutupan itu diambil melihat penyebaran Covid-19 semakin luas di Tasikmalaya.

Dampak dari penutupan itu, kata Totong, pihaknya mengalami kerugian 100 persen karena tidak adanya pengunjung.

"Kerugian 100 persen karena tidak ada pengunjung. Kita ikuti arahan dari pemerintah untuk tutup sementara saat pandemi Covid-19," kata Totong melalui sambungan telepon, Rabu (8/4/2020).

Akibat penutupan itu, kata Totong, pihaknya terpaksa merumahkan sementara seluruh pegawai. Hanya saja, untuk memastikan keamanan dan kebersihan lokasi wisata selama penutupan sementara, diberlakukan piket.

"Tapi kita berlakukan piket, ya sekedar mengontrol kondisi lokasi, dari kebersihan dan lainnya," ucap Totong.

Meskipun mengalami kerugian 100 persen, kata Totong, pihaknya akan ikut kebijakan pemerintah, sambil berharap pandemi Covid-19 ini cepat berlalu.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar