Yamaha

Belum Genap Sebulan, 214 Ribu Orang Sudah Mudik ke Jabar

  Rabu, 08 April 2020   Nur Khansa Ranawati
ilustrasi mudik. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

BANDUNG, AYOTASIK.COM -- Meskipun pemerintah pusat dan daerah telah mewanti-wanti warga untuk tidak mudik di tengah pandemi, namun tradisi jelang ramadan dan Idul Fitri tersebut nampak sulit terhindarkan. Para pemudik yang memasuki Jawa Barat dilaporkan mulai berdatangan.

Hingga kemarin, Selasa (7/4/2020), setidaknya 214 ribu pemudik telah memasuki Jabar. Untuk itu, pihak Pemerintah Provinsi Jawa Barat meminta para pemerintah kabupaten/kota untuk memperketat pengawasan mobilitas warga yang masuk ke daerahnya.

"Dari data sementara yang kita terima sejak 22 Maret sampai sekarang, hitungan kasar ini sudah ada 214 ribu pemudik (ke Jabar)," ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Penanggulangan Covi-19 Jabar Daud Achmad.

Dia mengatakan, pihaknya juga hingga saat ini masih terus melakukan sosialisasi agar warga tidak mudik. Daud meminta agar pemudik yang sudah sampai ke kampungnya untuk melakukan isolasi diri selama 14 hari.

“Kita juga terus melakukan sosialisasi untuk tidak mudik. Untuk diketahui dari data sementara yang kita terima sejak 22 Maret 2020 lalu sampai sekarang hitungan kasar ini sudah ada 214 ribu pemudik (ke Jabar)," kata Daud.

Maka itu, Daud meminta pemerintah kabupaten/kota memperketat pengawasan mobilitas warga yang masuk daerahnya, dan mengimbau pemudik untuk mengisolasi diri selama 14 hari.

“Hal ini (mudik) menjadi perhatian dan antisipasi kita dari pemerintah provinsi. Kami berharap dari kabupaten/kota juga sudah ada yang berinisiatif untuk membangun karantina khususnya bagi pendatang,” ungkapnya.

Dia menyebut pihaknya dengan pemerintah kabupaten/kota dapat bekerjasama untuk memanfaatkan aset-aset pemerintah provinsi bila dibutuhkan tempat karantina khusus.

“Kami terus berkolaborasi, terus bekerja sama dengan kabupaten/kota bila perlu karantina, kemudian tidak ada tempat dan ada aset milik pemerintah provinsi. Itu bisa dibicarakan," jelasnya.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar