Yamaha

Sopir Angkum Tasik Menjerit, Penumpang Sepi Setoran Jalan Terus

  Sabtu, 11 April 2020   Irpan Wahab Muslim
Sejumlah angkutan umum ngetem mencari penumpang di depan alun-alun Singaparna. (ayotasik/Irpan Wahab Muslim)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Pandemi Covid-19 yang terjadi di setiap wilayah membuat pemerintah mengeluarkan imbauan untuk tidak keluar rumah dan menjaga jarak. Kebijakan lainnya yakni memindahan Kegiatan Belajar Mengajak (KBM) dari sekolah ke rumah masing-masing.

Kebijakan yang dimaksudkan untuk menekan penyebaran Covid-19 itu pun berdampak pada penurunan mobilitas warga, yang pada akhirnya berimbas pada sektor transportasi. Sejumlah sopir angkutan dalam kota maupun perbatasan menjerit kehilangan pendapatan.

Sopir angkutan perbatasan yakni Singaparna - Tasikmalaya mengeluhkan penurunan jumlah penumpang yang mencapai 70 persen.

"Biasa kebantu sama anak sekolah, biasa nganter anak sekolah. Kalau sekarang kan libur, jadi berkurangya lumayan penumpang, " kata Mamad (38) salah seorang sopir yang ditemui Ayotasik.com di alun-alun Singaparna, Sabtu (11/4/2020).

Penurunan jumlah penumpang itu, berimbas pada pendapatan harian.

Biasany Mamad membawa pulang Rp80.000 hingga Rp150.000 per hari untuk kebutuhan keluarga diluar setoran kepada pemilik angkutan. Pendapatan itu menurun drastis saat pandemi Covid-19.

"Sekarang mah paling bawa 20 ribu ke rumah. itu sisa setoran dan uang bensin. Kadang setoran juga tidak nyampe," ucap Mamad.

Senada dengan Mamad, Sopyan (43) sopir angkutan Singaparna - Cimerah menuturkan, penyebaran Covid-19 berujung pada berkurangnya penumpang. Masyarakat kemungkinan lebih memilih berdiam diri dirumah mengikuti anjuran pemerintah.

"Sekarang mah harus ngetem dulu, lama cari penumpangnya. Saya juga bingung belum mikirin kebutuhan rumah, belum mikirin setoran," kata Sopyan.

Pemerintah, kata Sopyan, seharusnya memikirkan dampak ekonomi dari Covid-19 ini, disamping pencegahan penyebaran. Tapi saat ini, pemerintah terkesan hnya memikirkan cara pencegahan penyebaran lebih luas dibandingkan memikirkan dampak ekonomi.

"Bantuan yang dijanjikan juga can jelas. Kalau pendataan sudah ke rumah juga. Kan ari kebutuhan mah tiap hari kudu aya," tambah Sopyan.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar