Yamaha

Omzet Menurun, Perajin Anyaman Bambu Tasik Mengeluh

  Kamis, 16 April 2020   Irpan Wahab Muslim
Sejumlah pekerja di rumah produksi anyaman bambu di Desa Mandalagiri, Kecamatan Leuwisari, Kebupaten Tasikmalaya, tengah mengerjakan pesanan anyaman bambu. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

LEUWISARI, AYOTASIK.COM -- Para perajin anyaman bambu di Desa Mandalagiri, Kecamatan Leuwisari, Kebupaten Tasikmalaya, mengeluhkan penurunan omzet sebagai dampak dari pandemi Covid-19. Mereka harus rela kehilangan omzet 15%-20% akibat virus yang konon datang dari negeri Cina tersebut.

Salah seorang perajin, Oman (60) menuturkan, dampak dari wabah ini membuat usaha anyaman yang sudah dirintis dari tahun 1990 miliknya pun mengalami penurunan omzet. Sebelum Covid-19 terjadi, setidaknya pesanan berbagai anyaman bambu bisa mendulang pundi uang Rp100-Rp150 juta.

"Sekarang mah berkurang pak, adalah 15%-20% (penurunan omzet). Paling dirasakan itu dampak dari pengiriman, karena tidak banyak ekspedisi yang beroperasi," kata Oman ditemui Ayotasik.com di rumahnya, Kampung Paniis Hilir, Desa Mandalagiri, Kecamatan Leuwisari, Kamis (16/4/2020).

Mendekati bulan ramadan dan idulfitri, kata Oman, seharusnya merupakan masa panen bagi perajin bambu sepertinya. Biasanya, pesanan sudah ditutup satu bulan menjelang ramadan saking banyaknya pesanan.

"Kalau ramadan tahun ini sepertinya beda seperti tahun-tahun ke belakang. Kalau pesanan ada, ini juga ada dari Malaysia, bentuknya seperti ayakan," ucap Oman.

Bapak tiga anak ini menambahkan, pihaknya saat ini hanya berfokus menyelesaikan pesanan 300 ayakan, tempat cucian, dan tempat buah-buahan. Itu merupakan pesanan dari berbagai daerah seperti Jakarta, Yogyakarta, dan Bali.

"Kalau pengiriman ada katanya ekspedisi yang siap mengirim, tapi saya belum tahu harganya naik apa tidak," ucap Oman.

Oman berharap, pendemi Covid-19 segera berakhir dan perekonomian cepat pulih. Karena sebagai pengusaha kecil, ia merasakan dampak yang luar biasa terutama pada biaya operasional dan pesanan.

"Saya mah inginnya cepat pulih ekonominya, kasian karyawan saya. Saya gak mau karyawan dirumahkan karena kasihan," ujarnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar