Yamaha

Pemkab Tasikmalaya Tidak Larang Jumatan, DMI Lakukan Antisipasi

  Jumat, 17 April 2020   Irpan Wahab Muslim
Ketua DMI Dede Saeful Anwar.

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Meski penyebaran Covid-19 di Tasik masih tinggi dengan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) 1225 dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 23 orang, Pemkab Tasikmalaya tetap tidak melarang salat Jumat.

Namun, meski tidak ada larangan, Pemkab Tasikmalaya mengeluarkan beberapa imbauan yang dituangkan dalam Perbup Nomor 25 tahun 2020 tentang Pelaksanaan salat Berjamaah di Masjid dan salat Jumat Dalam Situasi Terjadi Wabah Covid-19.

Dalam imbauan itu, Pemkab Tasikmalaya tidak melarang salat berjamaah dan saalat Jumat, tetapi dengan menerapkan protokol kesehatan secara baik dan benar dengan  menjaga jarak lebih kurang 2 meter, mencuci tangan memakai sabun dengan menggunakan air mengalir sebelum Wudhu, membawa alas sujud masing-masing, menggunakan masker dan tidak bersalaman atau bersentuhan anggota badan.

Guna menopang imbauan itu, Dewan Masjil Indonesia (DMI) Kabupaten Tasikmalaya menyalurkan pembersih lantai atau disinfektan Pemberian itu, disalurkan kepada Masjid yang digunakan untuk salat Jumat yang berjumlah 3.945 yang tersebar di 39 Kecamatan.

"DMI menekankan, masyarakat agar melaksanakan imbauan Bupati secara utuh. Termasuk yang merasa dari zona merah lebih bijak untuk mengisolasi diri di rumah dan melaksanakan salat Dzuhur, " ucap Ketua DMI  Dede Saeful Anwar, Jumat (17/4/2020).

Dede menambahkan, dalam pelaksanaan Khutbah Jumat, disarankan lebih cepat. Artinya waktunya tidak lebih dari 10 menit.

"Jadi tidak adanya larangan salat Jumat itu, masyarakat harus benar-benar menjalankan intruksi atau imbauan Bupati," ucap Dede.
 
 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar