Yamaha

Pemkab Tasikmalaya Tak Larangan Berjamaah Salat Tarawih

  Selasa, 21 April 2020   Irpan Wahab Muslim
Salat berjamaah. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Memasuki bulan Ramadan 1441 Hijriah, Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto mengeluarkan himbauan nomor 26 tahun 2020 tentang pelaksanaan ibadah pada bulan Ramadan di tengah-tengah mewabahnya virus corona (Covid-19).

Selain sebagai respon usulan sejumlah Ormas Islam terkait pelaksana salat Tarawih berjamaah di masjid, himbauan Bupati tersebut menitik beratkan kepada sikap kewaspadaan pemerintah dalam menyikapi kondisi terakhir  penyebaran wabah Covid-19 di Kabupaten Tasimalaya yang masih tinggi.

Himbauan itu memuat 12 poin utama, pertama Bupati menegaskan bagi masyarakat yang sedang sakit dan/atau orang dengan kategori orang dalam pemantauan (ODP) yang menjalankan karantina/isolasi mandiri, dalam menunaikan salat Tarawih dilakukan di rumah masing-masing.

Kedua, bagi masyarakat yang tetap akan menunaikan salat Tarawih berjamaah di masjid, harus melaksanakan protokol kesehatan secara baik dan benar dengan tetap menjaga jarak minimal 2 meter, mencuci tangan memakai sabun dengan air mengalir sebelum wudlu.

Kemudian membawa alas sujud masing-masing, menggunakan masker, tidak bersalaman/mushofahah dan bersentuhan anggota badan. Dan bagi pemudik yang telah mengikuti isolasi mandiri selama 14 hari harus dapat membuktikan keterangan sehat dari puskesmas setempat.

AYO BACA : Ormas Islam Sepakati Salat Tarawih Tetap Berjamaah

Yang ketiga, tidak membuat kegiatan buka puasa bersama, sahur bersama atau kegiatan di suatu tempat yang menciptakan keramaian.

"Selanjutnya, untuk kegiatan tilawah atau tadarus Alquran dilakukan di rumah masing-masing. Tidak ada peringatan Nuzulul Quran dalam bentuk tabligh dengan menghadirkan penceramah dan masa dalam jumlah besar baik di lembaga pemerintahan, lembaga swasta, masjid maupun mushola," kata Ade, Selasa (21/4/2020).

Bagi pondok pesantren yang mengadakan kegiatan pesantren Ramadan, lanjut Ade, diharapkan melaksanakan protokol kesehatan dengan baik dan benar, serta apabila ada santri baru harus membawa surat keterangan sehat dan Puskemas setempat.

Kemudian tambah Ade, bagi masyarakat yang akan melaksanakan salat Idulfitri baik di masjid atau di lapangan harus melaksanakan protokol kesehatan secara baik dan benar. Silaturahmi atau halal bil halal yang lazim dilaksanakan ketika hari raya bisa dilakukan melalui media sosial dan video call/confrence.

"Masjid-masjid yang rawan disinggahi oleh orang banyak dan tidak terkontrol, ada baiknya tidak digunakan untuk berjamaah atau ditutup," ucap Ade.

AYO BACA : 21 April, Waktu Salat Dzuhur Hari ini 11.48 WIB

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar