Yamaha

Akibat Perkembangan Teknologi, Keberadaan Bedug di Masjid Semakin Sulit Ditemui

  Jumat, 01 Mei 2020   Irpan Wahab Muslim
Bedug di Masjid Agung Baitulrahman Kabupaten Tasikmalaya. (Ayotasik.com/Irpan)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Pada 1980 – 1990an, suara bedug masih sering kita dengar berbunyi sebagai pananda masuknya waktu salat lima waktu. Hampir di setiap masjid kecil maupun besar, keberadaan bedug mudah ditemui.

Namun seiring dengan perkembangan teknologi, keberadaan bedug seakan hilang ditelan bumi. Masjid-masjid memilih pengeras suara atau speaker sebagai alat untuk memberitahu khalayak luas masuknya waktu salat.

Ayotasik.com mencoba mencari keberadaan begud di beberapa masjid besar maupun kecil di seputaran Singaparna. Dari hasil penelusuran itu, bedug hanya ditemukan di Masjid Agung Baitulrahman Kabupaten Tasikmalaya. Bedug itu pun hanya dibunyikan sebagai penanda waktu salat saat ibadah salat Jumat saja.

“Engga setiap waktu shalat bedug ini dibunyikan, paling hanya waktu salat jumat saja," kata Nurdin (36) salah satu petugas kebersihan Masjid Agung Baitulrahman.

AYO BACA : Munas dan Konbes NU Ditutup JK dengan Tabuh bedug

Sulitnya menemukan bedug ini diakui Abdul Hakim (53) salah seorang tokoh agama di Kecamatan Singaparna. Abdul Hakim yang sering berkeliling untuk berceramah itu menuturkan, 20 tahun kebelakang, keberadaan bedug mudah ditemukan.

Selain sebagai penanda datangya waktu salat, bedug juga sering kali dipakai untuk mengiringi lantunan shalawat di masjid-masjid terutama saat Ramadan. Namun kini, suara bedug seolah hilang bergenti berbagai macam teknologi sebagai penanda waktu salat.

“Kalau dulu setiap habis buka, sambil menunggu waktu salat isya, sering bershalawat diiringi oleh lantunan bedug. Kalau sekarang tidak ada, sudah sepi," kata Abdul Hakim.

Bukan hanya penanda datangnya waktu salat, kata Abdul Hakim, bedug juga seringkali dipakai untuk mengiringi lantunan takbir saat malam hari raya Idulfitri. Orang tua, remaja bahkan anak-anak bergantian menabuh bedug sambil melantunkan takbir, mengagungkan nama Ilahi.

“Kalau sekarang tidak ada, Takbiran ya hanya lantunan takbir saja lewat pengeras suara. Sudah jarang ada takbir di masjid dengan diiringi tabuhan Bedug," ucap Abdul Hakim.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar