Yamaha

Saldo 33 Ribu Penerima BSP di Kabupaten Tasikmalaya Nol Rupiah

  Selasa, 12 Mei 2020   Irpan Wahab Muslim
Sekretaris Forum Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kabupaten Tasikmalaya Koko Komara. (Irpan Wahab Muslim/Ayotasik.com)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Sejumlah Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kabupaten Tasikmalaya dibuat bingung dengan adanya temuan saldo bagi 33 ribu penerima program Bantuan Sembako Pangan (BSP) yang dulu bernama Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) nol Rupiah alias kosong. Jumlah itu, berdasarkan hasil temuan TKSK di 39 kecamatan se-Kabupaten Tasikmalaya.

Sekretaris Forum Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kabupaten Tasikmalaya Koko Komara mengungkapkan, keluhan masyarakat itu bukan hanya datang dari satu kecamatan saja, melainkan di hampir seluruh kecamatan. Pihaknya pun melakukan pengecekan ke E-Warung sebagai penyedia bahan pokok dan KPM langsung.

Atas temuan itu, kata Koko, pihaknya pun inisiatif melaporkan temuan tersebut kepada Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa Perlindungan Perempuan dan Anak.

"Kita kebenarannya, dan ternyata angkanya menapai 33 ribu penerima manfaat. Kami sengaja datang ke Dinas karena meminta konsultasi agar permasalahan ini diketahui penyebabnya," kata Koko, Selasa (12/5/2020).

Dengan tidak adanya saldo atau nol rupiah, lanjut Koko, penerima manfaat akhirnya harus gigit jari karena tidak mendapatkan bantuan yang rutin dibagikan setiap satu bulan sekali ini. Anehnya lagi, kekosongan saldo itu bersifat Random atau acak dan hampir setiap KPM pernah mengalaminya.

“Data di kami total penerima itu ada sekitar 125 ribu-an. Kalau saldonya kosong ya otomatis tidak bisa membeli sembako, karena saldo nya pun tidak ada uang nya nol,” ucapnya.

Dihubungi terpisah, Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto menuturkan, pihaknya sudah memerintahkan kepada Kepala Dinas Sosial PMD P3A Kabupaten Tasikmalaya Roni Ahmad Syahroni untuk menelusuri penyebab saldo penerima BSP nol rupiah.

Bahkan, kata Ade, Pemkab Tasikmalaya sudah mengundang Kepala Cabang Bank BRI sebagai penyalur uang bantuan untuk berdiskusi dan mencari solusi atas permasalahan tersebut. Namun hingga Selasa (12/5/2020), mereka tidak datang dengan alasan adanya kegiatan lain.

“Kami sangat kecewa, ini sangat urgen karena menyangkut program pemerintah yang harusnya dinikmati masyarakat. Kami undang kepala cabang bank BRI tapi tidak datang. Kita nanti jadwal ulang sekitar hari Kamis," kata Ade.

Kekosongan saldo ini, ungkap Ade, bukan hanya masalah di kabupaten tetapi pada lingkung nasional. Bantuan pemerintah itu, sangat membantu masyarakat terlebih disaat pandemic Covid-19 seperti sekarang ini.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar