Yamaha

Lebaran di tengah Pandemi Covid-19, UMKM Tasik Merugi

  Jumat, 22 Mei 2020   Irpan Wahab Muslim
Pelaku UMKM, Eden Wahyudin saat berada di tempat produksi busana muslim. (ayotasik/Irpan Wahab Muslim)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang bergerak di industri busana muslim, Idulfitri tahun ini merupakan yang terberat dalam perjalanan usaha mereka.

Pasalnya, setiap musim lebaran mereka bisa mendapatkan untung berlipat, namun kini mereka harus kehilangan omzet.

Eden Wahyudin (33) pemilik Yasmin Collection di Kampung Pangkalan Kelurahan Karsamenak Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya menuturkan, lebaran tahun ini berbeda jauh dengan tahun-tahun sebelumnya. Pandemi Covid-19 membuat kehilangan omzet mencapai 100 persen.

"Lebaran tahun ini berbeda dari tahun lalu. Bahkan saya off produksi sejak Februari tahun lalu.," kata Eden kepada Ayotasik.com, Jumat (22/5/2020).

Edeng menambahkan, sejumlah UMKM busana muslim saat ini hanya bisa pasrah dan menjual barang yang diproduksi beberapa bulan lalu. Itupun tidak dilakukan pembayaran secara cash namun dengan cara kredit oleh para penjual atau pengecer.

"Pekerjaan saya yang kmarin saja belum dibayar. Kami fahami itu karena kondisinya memang lagi Covid-19 ekonomi jadi lesu," tambah Eden.

Pelaku UMKM terutama busana muslim, lanjut Eden, lebih memilih berdiam diri dan tidak produksi untuk menghindari kerugian yang besar. Pelaku usaha lebih fokus pada mempertahankan keberlangsungan usaha mereka daripada memaksakan produksi tapi tidak bisa dijual dipasaran.

"Ya kita mah sekarang nol omset. Kita lebih memilih untuk tidak produksi karena khawatir rugi," ucap Eden.
 

 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar