Yamaha

Pandemi Covid-19, Pemasukan Wisata Kabupaten Tasik Hilang Rp1,1 Miliar

  Rabu, 27 Mei 2020   Irpan Wahab Muslim
Pintu masuk objek wisata Galunggung yang ditutup pemerintah daerah karena pandemi Covid-19. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Pandemi Covid-19 berdampak terhadap berbagai lini kehidupan, seperti pada sektor pariwisata. Banyak objek wisata di Kabupaten Tasikmalaya terpaksa ditutup karena khawatir memicu penyebaran Covid-19.

Penutupan objek wisata di berbagai titik seperti Galunggung di Kecamatan Sukaratu dan Pantai Sindangkerta di Kecamatan Cipatujah membawa kerugian bagi pemerintah daerah. Pemerintah harus kehilangan pemasukan Rp1,1 miliar dari sektor wisata.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Tasikmalaya Safari Agustin mengatakan, kehilangan pendaparan sektor pariwisata itu karena target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tasikmalaya dari sektor pariwisata di tahun 2020 harus dikurangi, dari semula Rp1,7 miliar menjadi Rp600 juta.

"Setelah adanya Covid-19, otomatis kita kehilangan dua pertiganya atau Rp1,1 miliar PAD. Karena semua objek wisata di kita seperti Galunggung, Pantai Sindangkerta-Cipatujah, Kampungnya, Karangtawulan, wisata religi Pamijahan dan wisata lainnya ditutup," kata Safari, Rabu (27/5/2020).

Biasanya, ungkap Safari, pendapatan terbanyak di sektor wisata didapatkan saat momen memasuki Ramadan dan idulfitri karena pengunjung lokal, maupun luar daerah banyak datang.

"Selain itu juga terdampak sosial ekonomi masyarakat. Seperti para pedagang di objek wisata, penginapan, travel, jasa transportasi, UKM, produk kerajinan masyarakat, hasil pertanian dan lainnya," kata Safari.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar