Yamaha

Pemkab Tasik Rancang Konsep Jelang Kepulangan Ribuan Santri

  Jumat, 29 Mei 2020   Irpan Wahab Muslim
Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto (Batik Hitam) saat bersilaturahmi dengan pengasuh pesantren Miftahul Huda KH. Abdul Aziz Affandi. (ayotasik/Irpan Wahab Muslim)

MANONJAYA, AYOTASIK.COM --  Menyambut kedatangan puluhan ribu santri ke sekitar 605 pondok pesantren aktif yang ada di Kabupaten Tasikmalaya pasca habisnya masa libur lebaran, Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto tengah merancang konsep pendekatan substantif penerapan pola keamanan, ketentraman dan ketenangan di tengah kewaspadaan dari ancaman pandemi Covid-19.

Konsep tersebut, muncul saat Ade Sugianto bersilaturahmi dengan sesepuh Pondok Pesantren Miftahul Huda Manonjaya KH. Abdul Aziz Affandi, Kamis (28/5/2020).

Ade Sugjanto menuturkan, Pemkab Tasikmalaya menginginkan satu suasana atau iklim baru yang nyaman dan kondusif baik bagi santri dan masyarakat yang dikemas dalam satu konsep. Ia menyebutnya trilogi kareugreugan (trilogi safety).

Trilogi tersebut, kata Ade, mengandung arti reugreug untuk pesantren, lingkungan pesanteren (masyarakat) dan reugreug untuk orang tua santri. Artinya, kedatangan santri-santri untuk menimba ilmu agama itu tidak menciptakan persoalan kesehatan baru di pesantren dan lingkungannya, sehingga kondisi ini memberikan kenyamanan dan ketenangan bagi pesantren, lingkungan dan juga orang tua yang memesantrenkan anak-anaknya

"Konsep ini tidak bisa berjalan sendiri, tetapi butuh kerjasama harmoni antara pemerintah dalam hal ini tim Gugus Tugas Covid-19 pihak pesantren dan santri itu sendiri serta masyarakat yang ada di lingkungan pesantren," tutur Ade, Jumat (29/5/2020).

Tahap pertama, lanjut Ade, adalah menyiapkan tim khusus pemeriksaan kesehatan dan kemanan para santri yang baru datang dari daerah-daerah di Nusantara termasuk dari zona merah yang ditempatkan di seluruh pondok pesantren di Kabupaten Tasikmalaya.

Langkah kedua yakni memastikan seluruh pesantren menjalankan seluruh aktivitas pendidikan terhadap para santrinya dengan menjalankan protokol kesehatan.

"Dan terakhir adalah, membentuk pesantren siaga atau santri siaga dengan melibatkan tim kesehatan pesantren, gugus tugas Covid-19 dari mulai RT siaga hingga gugus tugas desa, termasuk sigesit 119, " ucap Ade.
 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar