Yamaha

Ikon Kecamatan Ibukota Kabupaten Tak Dirawat, Warga Kecewa

  Jumat, 29 Mei 2020   Irpan Wahab Muslim
Taman Alun-alun Singaparna. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Kondisi Taman Alun-alun Singaparna yang tidak terawat disayangkan warga. Pasalnya, taman ini dianggap sebagai ikon Kecamatan Singaparna, ibukota Kabupaten Tasikmalaya.

Jamaludin (33) warga Desa dan Kecamatan Singaparna mengatakan, seharusnya Pemkab Tasikmalaya malu atas kondisi taman alun-alun yang tampak kumuh dan tidak terawat. Jamaludin juga mengaku aneh, jika Dinas Lingkungan Hidup (LH) tidak punya anggaran dalam perawatan.

"Jadi kesannya dibangun saja, tanpa dirawat. Hasilnya seperti sekarang, lantai tangga banyak yang rusak, trotoarnya rusak, dindingnya berlumut," kata Jamaludin, Jumat (29/10/2020).

Hal senada dikatakan Erik (26) warga Desa Singasari, Kecamatan Singaparna. Erik mempertanyakan kinerja Dinas LH sebagai Dinas yang mengurusi taman itu. Karena selama ini, seperti tidak ada perawatan yang berarti.

"Harusnya kan dirawat, kalau dibersihkan iya suka ada tiap pagi. Tapi selain itu tidak ada perawatan yang lainnya," ucap Erik.

Dihubungi terpisah, Ketua PK KNPI Kecamatan Singaparna Zamzam J Maarif menuturkan, masalah tak terawatnya taman tersebut sudah menjadi masalah klasik setiap tahunnya karena tak ada perubahan secara perhatian.

Zamzam menambahkan, pemindahan anggaran di Dinas LH untuk penanggulangan Covid-19 jangan hanya alasan untuk menguatkan taman alun-alun semakin tidak terawat.

"Tapi yang jadi pertanyaan kami, seriuskan pemerintah dalam menata ibu kota Kabupaten Tasikmalaya ini. Kalau saya lihat, tidak serius dan terkesan main main," ucap Zamzam.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar