Yamaha

Iwan Saputra Lepas Status ASN, Mantap Bergelut di Pilkada

  Jumat, 05 Juni 2020   Irpan Wahab Muslim
Iwan Saputra (Depan Tengah) saat menggelar konferensi pers di kediamannya di Jalan Kemuning Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya

TAWANG, AYOTASIK.COM -- Terhitung sejak 1 Juni 2020 kemarin, Iwan Saputra yang menjabat sebagai Kepala Bappeda Kabupaten Tasikmalaya telah resmi melepas statusnya sebagai Aparat Sipil Negara (ASN). Hal itu dengan keluarnya surat keputusan Pensiun Dini sebagai ASN, yang merupakan jawaban atas pengajuan dirinya beberapa bulan lalu.

Pengajuan pengunduran diri sebagai ASN itu, berkaitan dengan akan majunya Iwan sebagai calon Bupati Tasikmalaya pada Pilkada yang akan digelar Desember mendatang, Dengan tidak berstatus sebagai ASN, Iwan menyebut lebih mantap menyongsong perhelatan Pilkada.

Iwan pun mengaku siap All Out dalam memperjuangkan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya. Terlebih dengan sokongan dari berbagai element masyarakat. Dalam ikhtiarnya di kancah politik itu, ia pun terus melakukan penjajakan dengan Partai Golkar dan PKB sebagai perahu yang akan dipakai menghantarkan tujuan menduduki kursi Bupati.

"Dorongan saya maju di Pilkada ini merupakan dorongan dari masyarakat, tokoh ulama, cendekiawan hingga para pemuda yang mengharapkan adanya proses perubahan di Kabupaten Tasikmalaya," jelas Iwan ketika menggelar konfrensi pers di kediamannya, Jl. Kemuning Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya, Jumat (5/6/2020).

Dalam kesempatan itu, hadir sejumlah tokoh diantaranya Sekretaris PC NU Kabupaten Tasikmalaya Abdul Wahid, Pimpinan Ponpes Baitul Hikmah Haur Kuning Salopa KH. Busro Karim, Ketua KNPI Kabupaten Tasikmalaya Nana Sumarna, serta para tokoh perwakilan dari organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, pentolan eksponen 96 hingga para aktivis muda.

Dalam pemaparannya, Iwan menawarkan sejumlah gagasan perubahan bagi Kabupaten Tasikmalaya. Dari mulai dibukanya lapangan kerja, peningkatan kualitas pendidikan, kualitas kesehatan termasuk penanganan Covid-19, kemandirian ekonomi rakyat, penguatan sektor pertanian, penataan kawasan ibu kota pemerintahan hingga gagasan lainnya yang tertuang dalam 17 poin gagasan.

Dikatakan Iwan, sebelum akhirnya memutuskan maju dalam Pilkada dirinya melewati kontenplasi panjang. Baik dengan berkomunikasi dengan (alm) istinya, keluarga untuk menguatkan meyakinkan.

"Pada saat-saat awal sakit istri saya. Sempat sampaikan untuk fokus merawat istri saya dan menghentikan sosialisasi kepada masyarakat. Akan tetapi istri saya melarang berhenti dan meminta saya melanjutkan perjuangan ini," ujar Iwan yang barus saja satu minggu ditinggalkan istrinya wafat.

Atas keputusan memilih pensiun dini dan konsentrasi ke Pilkada, maka dikatakan Iwan ia telah mengorbankan sisa 7 masa kerja. Dimana dirinya telah membabdi sebagai ASN di pemkab Tasikmalaya selama 27 tahun sudah. Ia berharap langkah dan keputusannya di ridhoi Alloh SWT hingga menjadi wasilah untuk semua masyarakat Kabupaten Tasikmalaya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar