Yamaha

Bawaslu Menilai Pilkada saat Pandemi Covid-19 Rawan Kecurangan

  Sabtu, 13 Juni 2020   Irpan Wahab Muslim
Komisioner Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Ahmad Azis Firdaus. (Ayotasik.com/Irpan Wahab)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Komisioner Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Ahmad Azis Firdaus menjelaskan, setelah pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan Pilkada serentak tahun 2020 bakal digeral 9 Desember, maka tahapan Pilkada akan kembali dilanjutkan.

Di antaranya mengaktifkan kembali penyelenggara pemilu dan pengawas pemilu disetiap kecamatan yang sudah dibentuk.

Pihaknya juga menggelar kegiatan Indeks Kerawanan Pemilu diantarnya untuk menampung segala masukan dari unsur KPU, kepolisian dan media terkait sejumlah kerawanan ketika pelaksanaan Pilkada digelar pada masa pandemi Covid-19. Nantinya hasil IKP ini menjadi acuan bagi pihaknya serta dilaporkan ke Bawaslu RI.

"Kerawanan apa saja yang kemungkinan bakal dihadapi ketika berjalannya Pilkada Bupati-Wakil Bupati Tasikmalaya yang digelar pada masa pandemi covid-19 ini," kata Ahmad, Sabtu (13/6/2020).

Ahmad Aziz menambahkan, pelaksanan Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) saat pandemi Covid-19 dinilai sangat tinggi tingkat kerawanan.

Selain rawan akan pelanggaran pemilu seperti politik uang, netralitas ASN dan berita hoaks, ancaman paling berbahaya juga penyebaran Covid-19 bagi masyarakat dan penyelenggara pemilu.

Sehingga ini harus menjadi perhatian pemerintah, penyelenggara pemilu, dan semua pihak yang berkecimpung di dalamnya. Apalagi pada tahun ini Kabupaten Tasikmalaya menjadi salah satu daerah yang juga bakal menyelenggarakan Pilkada Bupati-Wakil Bupati Tasikmalaya.

"Kalau dilihat, memang sangat rawan terjadi kecurangan. Makanya kemarin, kita akomodir semua kerawanan dalam IKP," ucap Ahmad Aziz.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar