Yamaha

DPRD Dorong Pemkab Tasik Pakai BTT untuk Tanggulangi Bencana

  Senin, 22 Juni 2020   Irpan Wahab Muslim
Kondisi rumah milik warga Cikadu, Desa Tanjungkarang, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya yang rusak diterjang longsor pada Jumat (19/6/2020). (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya Asep Sopari Al-Ayubi meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya mempercepat penanganan dampak bencana alam yang terjadi antara Kamis (18/6/2020) hingga Sabtu (20/6/2020).

Setidaknya 75 kejadian bencana alam itu terjadi di wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Tentunya, bencana yang datang itu membawa dampak kerugian bagi masyarakat, baik bangunan, area persawahan maupun perkebunan.

"Mengingat terjadi bencana di Tasik selatan, mulai dari jalan longsor dan jembatan terputus, kami meminta kepada Pemkab Tasikmalaya dalam hal ini BPBD untuk mengambil langkah cepat. Pendanaan bisa diambil dari BTT dan masih cukup tersedia," jelas Asep Sopari melalui sambungan telepon, Senin (22/6/2020).

Asep menyebut, anggaraan BTT tersebut masih tersedia sebesar Rp13 miliar. ‎Anggaran itu bisa digunakan untuk kepentingan tanggap bencana yang terjadi saat ini. Pertolongan kepada masyarakat harus dikedepankan terutama makanan dan pakaian.

"Bisa dipakai anggaran BTT itu untuk tanggap bencana. Masyarakat sangat membutuhkan bantuan saat terjadi bencana seperti sekarang ini," ujar Asep.

Dari catatan BPBD Kabupaten Tasikmalaya, terdapat 75 kejadian bencana alam di Kabupaten Tasikmalaya mulai dari longsor, banjir, pergerakan tanah dan lainnya.

Bencana itu terjadi di antaranya di Kecamatan Sukaresik, Karangnunggal, Sukaraja, Taraju, Sodonghilir, Gunung Tanjung dan Cikatomas.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar