Yamaha

Bawaslu Kabupaten Tasik Petakan Potensi Pelanggaran Verfak

  Selasa, 23 Juni 2020   Irpan Wahab Muslim
Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya melakukan pemetaan potensi pelanggaran pada tahapan verifikasi faktual (verfak) Pilkada 2020 yang akan digelar mulai 24 Juni hingga 12 Juli mendatang. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya melakukan pemetaan potensi pelanggaran pada tahapan verifikasi faktual (verfak) Pilkada 2020 yang akan digelar mulai 24 Juni hingga 12 Juli mendatang.

Verifikasi faktual ini terkait dukungan calon perseorangan yang akan ikut dalam kontestasi Pilkada yang digelar Desember mendatang.

Kordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Khoerun Nasichin menuturkan, ada potensi pelanggaran dalam verifikasi faktual. Potensi pelanggaran itu di antaranya pemalsuan dokumen dan pemalsuan dukungan.

Potensi pelanggaran itu, tambah Khoerun, termaktub dalam UU Nomor 10 tahun 2016 tentang pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota Pasal 185, baik yang dilakukan oleh tim pemenangan, bakal calon perseorangan, dan penyelenggara pemilu.

"Ini ada potensi pelanggaran yang bisa dilakukan. Makanya kita lakukan pemetaan sebagai langkah antisipasi adanya pelanggaran itu," kata Khoerun sesuai memimpin rapat koordinasi penanganan pelanggaran pada tahapan verifikasi faktual, Selasa (23/6/2020).

Dalam verfikasi faktual itu, pihaknya akan berkonsentrasi pada 1.700 dukungan calon perseorangan yang ganda berdasarkan hasil input administrasi. Dari data itu, ada pula dukungan yang berasal dari TNI dan Polri.

"Padahal TNI, Polri, ASN, dan kepala desa itu dilarang memberikan dukungan. Makanya kita akan fokus diangka itu. " ucapnya.

Adapun sanksi dalam pelanggaran dukungan itu, akan diberikan sanksi tegas berupa kurungan penjara paling sedikit 36 bulan hingga 72 bulan atau denda paling banyak Rp72 juta.

"Jadi kita mengimbau kepada seluruhnya baik itu bakal calon, tim sukses maupun penyelenggara untuk mentaati aturan dan norma yang ada. Agar nantinya tidak masuk dalam pelanggaran " ujarnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar