Yamaha

Kopi Gunung Raja Cigalontang Siap Export Ke Balanda dan Jerman

  Kamis, 25 Juni 2020   Irpan Wahab Muslim
Biji kopi dari perkebunan Cigalontang Tasikmalaya. (ayotasik/Irpan Wahab Muslim)

CIGALONTANG, AYOTASIK.COM -- Desa Puspamukti, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya mempunyai komoditas unggulan yang siap di export ke Balanda dan Jerman. Komoditas unggulan itu berupa kopi hasil dari perkebunan milik desa.

Kepala Desa Puspamukti Atang Ridwan menuturkan, Kopi yang sudah dikemas dalam tempat khusus itu merupakan hasil perkebunan di lahan milik desa yang dikelola oleh para petani. Kopi jenis arabika itu sudah dipasok ke berbagai kedai kopi di wilayah Tasikmalaya dan Bandung.

"Sekarang kita punya 200 hektare sawah. Insya Alloh dalam waktu dekat kita memasuki masa panen, " kata Atang, Kamis (25/6/2020).

Atang menambahkan, tahun ini, kopi yang diberi nama gunung raja itu siap di export ke Belanda dan Jerman. Export itu bermula dari even di Jakarta yang difasilitasi oleh Bank Indonesia (BI).

"Awalnya kita ikuti even di Jakarta. Dari situ banyak yang memesan termasuk dari Balanda dan Jerman. InsyaAlloh tahun ini kita export ke sana," kata Atang.

Ia menyebutkan, kopi arabika khas Desa Puspamukti itu, mempunyai keunggulan dibandingkan kopi lainnya. Kopi terasa sangat kental dan tidak menyebabkan gangguan di lambung.

"Rasanya itu kental, tidak perih dilambung seperti kopi lainnya. " ujar Atang.

Komoditas kopi yang jadi unggulan Desa Puspamukti bermula dari tahun 2012 lalu. Awalnya, pengelolaan hanya dilakukan oleh petani. Namun sejak tahun 2015 lalu, petani membentuk kelompok agar mudah dalam pemasaran.

"Lalu pemasaran dibantu oleh Bumdes jadi akhirna, jadi keunggulan desa kami," ucapnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar