Yamaha

Inspiratif, Lepas Penjara Saeful Jadi Usahawan Sukses

  Jumat, 26 Juni 2020   Irpan Wahab Muslim
Saeful saat mengisi kegiatan di Lapas Tasikmalaya. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

TAWANG, AYOTASIK.COM -- Ditangan Saeful Anwar (36), tepung tapioka yang biasa digunakan untuk bahan pembuatan kue dijadikan bahan penganan jenis sotong. Saeful Anwar merupakan mantan narapidana (Napi) narkoba binaan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tasikmalaya.

Dalam satu hari produksi kudapan ini, setidaknya menghabiskan 3 hingga 4 kwintal tepung tapioka.

"Label sebagai residivis masih dianggap sebagai imej yang menakutkan. Padahal semua mantan narapidana berhak mendapatkan kesempatan untuk memulai lagi hidupnya yang baru, bukan justru didiskriminasi oleh publik," kata Saeful Anwar Jumat (26/6/2020).

Menurut Saeful, kehidupan kelam masa lalunya tak semata-mata menghalangi keberhasilan yang kini ia capai. Ia terus bersemangat dalam menyongsong masa depan.

"Saya tersangkut pergaulan kelam dan akhirnya bergelut dengan bisnis narkoba. Pelan, tapi pasti, saya bangkit dan inilah hasilnya," ucapnya.

Saeful menambahkan, Ayahnya hanya petani dan ibunya ibu rumah tangga biasa. Ketika berumur 24 tahun, dirinya terpengaruh teman sebaya yang menggunakan narkoba. Lantas Saeful pun dikenal sebagai pemabuk, pembuat onar, suka berkelahi, dan pecandu narkoba.

Akibat hidupnya yang suka hura-hura membuat Saeful mempunyai banyak utang. Lantaran terbelit utang itulah yang membuat Saeful beralih profesi sebagai pengedar narkoba. Saeful akhirnya tertangkap polisi saat menjual narkoba. Ketika di dalam penjara, dia banyak merenungi hidupnya dan mulai membuat rencana hidup positif setelah bebas.

Saeful mengakui kedua orang tuanya banyak memberi nasihat agar jangan menyerah pada keadaan. Hal inilah yang membuat Saeful termotivasi untuk berbuat hal baik setelah keluar lapas.

Kini setelah dirinya menghirup udara bebas, Saeful mendalami usaha camilan sotong. Dia terus meniti karir hingga akhirnya mencapai puncak dan berhasil. Tak hanya itu, Saeful kini mempunyai pekerjaan lain yang tak kalah hebat, yakni jadi relawan pegiat anti narkoba binaan BNN Kota Tasikmalaya.

"Saya sering dipinta membantu para narapidana lain dengan memberi bimbingan konseling berupa nasihat berdasarkan pengalaman hidup kepada mereka. Saya pribadi tidak mau jika para narapidana itu semakin terpuruk ketika mereka bebas dari penjara," ujarnya.

Sementara itu, Kapala BNN Kota Tasikmalaya Tuteng Budiman menuturkan, pihaknya sangat gembira dan bangga dengan langkah dan aktivitas Saeful saat ini memproduksi makanan sotong. Terlebih, ia mampu mempekerjakan masyarakat dan tetangga sekitar.

"Masa lalu yang kelam dijadikan Saeful sebagai cambuk agar tidak terulang. Dia menyongsong masa depan dengan gemilang," ujar Tuteng. Dikatakan Tuteng, Saeful membuktikan bahwa kehidupan kelam masa lalunya tak semata-mata menghalangi keberhasilan yang kini diraih. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar