Yamaha

Daftar Sementara Bakal Calon Bupati-Wakil Bupati Tasik Jelang Pilkada 2020

  Senin, 29 Juni 2020   Irpan Wahab Muslim
Ilustrasi pilkada. (Ayobandung.com)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Enam bulan menjelang pelaksanaan pilkada, suasana politik Kabupaten Tasikmalaya menghangat. Sejumlah nama bakal calon yang dalam beberapa bulan lalu sempat tenggelam, kini mulai mencuat lagi dan menjadi perbincangan.

Mereka antara lain datang dari kalangan masyarakat dan partai politik. Bahkan ada beberapa partai yang menawarkan nama paket calon. Namun ada pula figur yang terus mempercantik diri untuk mendapatkan lamaran dari partai politik.

Ayotasik.com mencoba merangkum beberapa nama bakal calon bupati dan wakil bupati Tasikmalaya yang saat ini sudah terkonfirmasi berniat mengikuti kontestasi pilkada.

1. Ade Sugianto

Ketua DPC PDI Perjuangan Tasikmalaya ini digadang-gadang telah dipaketkan dengan Ketua DPC PPP Kabupaten Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin. Pasangan ini bahkan telah mendapatkan sinyal restu dari kedua DPP partai. Meski begitu, putusan resmi perlu menunggu SK dari kedua partai.

2. Azies Rismaya Mahpud

Azies Rismaya Mahpud yang lahir dari keluarga pengusaha transportasi ini sudah cukup lama memunculkan diri agar bisa meramaikan Pilkada Kabupaten Tasikmalaya. Bahkan dirinya berkeyakinan bakal mendapatkan dukungan penuh dari Partai Gerindra karena kedekatan keluarganya dengan pimpinan partai.

Komunikasi politik pun terus dilakukan dan menargetkan membentuk koalisi gemuk. Bahkan, Azies pernah sesumbar akan memborong partai politik untuk memuluskan langkahnya menduduki kursi bupati. Sejumlah partai yang diketahui telah dijalin komunikasinya antara lain Golkar, Demokrat, dan PAN.

Tak hanya berkomunikasi, Azies telah mendaftarkan diri sebagai bakal calon pada ketiga partai itu. Sempat pula terjadi pertemuan dengan ketua masing-masing partai. Terbaru, Azies dikabarkan menyasar PKB, kendati belum membuka penjaringan untuk pilkada.

Azies sendiri kerap disandingkan dengan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Tasikmalaya Erry Purwanto. Keduanya bahkan dikabarkan kerap menggelar pertemuan guna menguatkan chemistry.

3. Iwan Saputra

Iwan Saputra merupakan mantan birokrat yang mencoba peruntungan di kancah politik menjadi bupati Tasikmalaya. Dirinya kerap disandingkan dengan nama Iip Miptahul Faoz, mantan komisioner KPU Kabupaten Tasikmalaya yang berasal dari keluarga Pondok Pesantren Haur Kuning, Kecamatan Salopa.

Meski belum ada partai yang menyatakan kesiapan untuk mengusung keduanya, santer kabar jika keduanya memiliki kedekatan dengan tokoh Golkar dan PKB. Iwan sendiri sempat mendaftar di DPD Partai Golkar Kabupaten Tasikmalaya. Di samping itu, ia sempat bertemu dengan Ketua DPP Golkar Airlanga Hartarto.

4. Lina Ruzhanul Ulum

Nama istri Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum ini sempat muncul meramaikan Pilkada Kabupaten Tasikmalaya. Lina bahkan gencar melakukan silaturahmi ke masyarakat dengan membawa bendera Barisan Lina (Barli).

Meski belum dipastikan dari mana perahu yang akan mengantarnya di pilkada, akan tetapi suaminya, Uu sempat menegaskan bakal ada kejutan politik dari PPP menjelang Pilkada Kabupaten Tasikmalaya.

5. Ahmad Tazakka Bonanza (AKA)

Pilkada Kabupaten Tasikmalaya juga diramaikan dengan sosok yang digadang-gadang menjadi yang termuda berusia 30 tahun. Dia adalah Ahmad Tazakka Bonanza atau akrab disapa AKA. Ia didorong oleh Pondok Pesantren Al-Idrisiyyah Pageningan yang berada di Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya.

AKA bahkan mengklaim memiliki kedekatan dengan petinggi partai di tingkat DPP seperti Ketua Umum PAN Dzulkifli Hasan dan politisi Gerindra, Sandiaga Uno. Dirinya telah mendaftar ke DPD PAN Kabupaten Tasikmalaya, Gerindra Kabupaten Tasikmalaya, dan DPW Demokrat Jawa Barat.

6. Cep Zamzam Dzulfikar Nur

Berbeda dengan yang lainnya, Cep Zamzam Dzulfikar Nur merupakan warga Kabupaten Tasikmalaya yang ingin mencalonkan diri melalui jalur perseorangan alias independen. Sebelum itu, dirinya telah menggandeng bakal calon wakil yang merupakan mantan Sekda Kabupaten Purwakarta, Padil Karsoma. Cep Zamzam sendiri merupakan mantan ASN Pemkab Tasikmalaya.

Dalam perjalanannya menggenapi tahapan pilkada, Cep Zamzam bahkan mengklaim telah mendapatkan syarat dukungan sebanyak 118.500 dari minimal jumlah 88.820 dukungan. Syarat dukungan ini kini tengah diverifikasi faktual oleh KPU dan Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya.

Sementara khusus untuk mereka yang akan berangkat dari jalur partai politik, setidaknya minimal harus mengantongi 20% dukungan kursi partai di DPRD Kabupaten Tasikmalaya berdasarkan hasil Pemilihan Legislatif 2019.

Jika total kursi di DPRD Kabupaten Tasikmalaya saat ini sebanyak 50, maka minimal pasangan bakal calon harus diusung oleh koalisi partai politik dengan jumlah dukungan 10 kursi.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar