Yamaha

Per 1 Juli, Wisatawan Jabar Masuk Pangandaran tak Perlu Rapid Test

  Selasa, 30 Juni 2020   Republika.co.id
Pantai Pangandaran. (Sicut)

 PANGANDARAN, AYOTASIK.COM -- Wisatawan yang hendak berkunjung ke Pangandaran tidak lagi perlu membawa surat keterangan uji cepat (rapid test) Covid-19. Demikian putusan otoritas setempat setelah melakukan evaluasi mengenai penerapan AKB seiring selesainya masa PSBB di Jawa Barat.

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan, kelonggaran itu hanya berlaku bagi wisatawan dari Jabar. Sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid-19 di destinasi wisata, setiap pelaku wisata wajib menerapkan protokol kesehatan.

"Wisata khusus (dari daerah) Jabar tidak perlu pakai rapid test," kata dia dalam keterangannya yang telah dikonfirmasi, Senin (29/6/2020) malam.

Kelonggaran untuk wisatawan asal Jabar yang hendak berkunjung ke Pangandaran itu akan berlaku mulai 1 Juli 2020. Kebijakan itu diharapkan dapat menarik minat wisatawan lebih banyak datang ke Pangandaran.

Menurut Jeje, sejak kembali dibuka sejak awal Juni 2020, persyaratan wajib rapid test membuat banyak wisatawan mengeluh. Sebab biaya rapid test cenderung mahal.

Sebelumnya, para pelaku usaha wisata di Kabupateh Pangandaran meminta pemerintah setempat melonggarkan kebijakan mengenai syarat masuk wisatawan ke wilayah itu. Sebab, kebijakan yang selama ini diterapkan dinilai memberatkan wisatawan yang hendak berkunjung ke Kabupaten Pangandaran.

Salah satu pelaku agen travel di Kabupaten Pangandaran Pupung Saeful (33 tahun) mengatakan, belum banyak peningakatan aktivitas di destinasi wisata sejak Pemkab Pangandaran kembali memperbolehkan wisatawan berkunjung.

Menurut dia, syarat rapid test untuk wisatawan masuk ke Pangandaran dinilai terlalu berat. Akibatnya, minat wisatawan berkunjung ke Pangandaran masih rendah.

"Sebagai pelaku usaha di Pangandaran, saya berharap kebijakan wisatawan masuk ke Pangandaran bisa ditinjau lagi," kata dia, saat dihubungi Republika.co.id.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar