Yamaha

Anak yang Banyak Bermain dengan Ayah Cenderung Pandai Mengontrol Diri

  Selasa, 30 Juni 2020   Suara.com
ilustrasi. (Pixabay)

JAKARTA, AYOTASIK.COM -- Sebuah penelitian dari Fakultas Pendidikan Universitas Cambridge bersama LEGO Foundation menyatakan bahwa anak-anak yang memiliki waktu bermain dengan ayah mereka saat masih sangat kecil berpotensi lebih baik dalam mengontrol kebiasaan dan emosi saat dewasa.

Dilansir dari Medical Xpress,  penelitian itu mengumpulkan bukti fragmen dari 40 tahun terakhir untuk memahami lebih lanjut tentang bagaimana pengaruh ayah yang bermain dengan anak-anak mereka ketika masih kecil (usia 0 hingga 3).

Meskipun ada banyak kesamaan antara ayah dan ibu secara keseluruhan, temuan menunjukkan bahwa ayah terlibat dalam lebih banyak bermain fisik bahkan dengan anak-anak bungsu, memilih kegiatan seperti menggelitik, mengejar, hingga main kuda-kudaan.

Tinjauan Cambridge menggunakan data dari 78 studi, yang dilakukan antara 1977 hingga 2017 sebagian besar dari Eropa atau Amerika Utara.

Para peneliti menganalisis informasi gabungan untuk pola tentang seberapa sering ayah dan anak-anak bermain bersama, sifat permainan dan hubungan apapun yang mungkin berhubungan dengan perkembangan anak-anak.

Di hampir semua penelitian yang disurvei, ada korelasi yang konsisten antara permainan ayah-anak dan kemampuan anak-anak untuk mengendalikan perasaan atau emosi mereka.

Mereka juga tampak lebih baik dalam mengendalikan agresi mereka dan kurang cenderung untuk menyerang anak-anak lain selama perselisihan di sekolah.

"Bermain fisik menciptakan situasi yang menyenangkan dan mengasyikkan di mana anak-anak harus menerapkan pengendalian diri," kata Paul Ramchandani, Profesor Bermain dalam Pendidikan, Pengembangan dan Pembelajaran di Universitas Cambridge.

"Ini adalah lingkungan yang aman di mana anak-anak dapat berlatih bagaimana merespons. Jika mereka bereaksi dengan cara yang salah, mereka mungkin akan diberitahu oleh ayah mereka," tambahnya.

Terlepas dari manfaat bermain ayah-anak, penulis menekankan bahwa anak-anak yang hanya tinggal bersama ibu mereka juga tidak mengalami kerugian apapun.

"Salah satu hal yang ditunjukkan oleh penelitian kami berulang kali adalah perlunya memvariasikan jenis permainan yang dapat diakses anak-anak dan para ibu tentu saja dapat mendukung permainan fisik dengan anak-anak yang masih kecil," tambah Ramchandani.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar