Yamaha

UMKM yang Bertahan di Tengah Pandemi Adopsi Teknologi Informasi

  Rabu, 01 Juli 2020   Nur Khansa Ranawati
ilustrasi -- seorang pedagang pasar tradisional memanfaatkan gawai untuk berjualan di tengah pandemi Covid-19. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

BANDUNG, AYOTASIK.COM -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebutkan saat ini terdapat sejumlah sektor UMKM yang tetap tangguh selama masa pandemi Covid-19 di Jabar. Beberapa sektor tersebut di antaranya adalah pertanian dan agrikultur.

Ia juga mengatakan, UMKM yang terpantau tetap dapat bertahan selama ini adalah mereka yang telah mengadopsi dan memanfaatkan teknologi informasi (TI) dalam bisnisnya. Sehingga, perpaduan antara bisnis di bidang pertanian dan agrikultur dipadukan dengan pemanfaatan teknologi digadang-gadang dapat menjadi peluang usaha yang baik di era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

"Sektor pertanian dan agrikultur adalah yang paling tangguh selama Covid-19. Peluang bisnis makanan jika digabung dengan teknologi akan bisa jadi peluang besar bagi UMKM Jabar di masa depan. Apakah itu makanan pokok atau olahan, semua punya peluang tinggi," ungkap Emil, sapaan Ridwan Kamil dalam webinar UMKM Tangguh Ekonomi Tumbuh di Era Adaptasi Kebiasaan Baru yang digelar oleh Bank Indonesia, Rabu (1/7/2020).

Emil menyebutkan, selama pandemi Covid-19 berlangsung, perilaku konsumen pun mengalami pergeseran. Adanya keterbatasan mobilitas karena ancaman kesehatan menjadikan warga mulai beradaptasi dengan sistem transkasi berbasis digital.

Hal ini sekaligus juga menujukan sektor mana saja yang dinilai esensial oleh masyarakat, dan oleh karenanya dapat dimanfaatkan sebagai peluang bisnis baru. Pemanfaatan sistem digital dalam UMKM tetap merupakan hal penting.

"Ada peluang usaha yang harus ditangkap, di antarnya pasar dan pusat belanja online, jasa pengantaran barang, home service, bisnis makanan beku, sekolah dan kursus online, juga fesyen baru berupa masker dan face shield," ungkapnya.

Selain itu, ia mengatakan, pandemi Covid-19 juga memunculkan tren gaya hidup baru di kalangan masyarakat, yakni gaya hidup sehat. Hal tersebut salah satunya mengarah pada peningkatan penjualan produk minuman olahan dari rempah-rempah yang dinilai dapat meningkatkan kesehatan.

"Kebutuhan jamu herbal dan rempah-rempah ini sudah jadi gaya hidup baru, karena sekarang jamu adalah the new capuccino. Produk-produk halal juga akan jadi perhatian, begitu pula bisnis solo traveling dan bisnis industri kesehatan,"  ungkapnya.

Ia juga menyarankan agar pelaku bisnis UMKM memiliki diversifikasi produk dan pasar. Sehingga, bisnis dapat tetap bertahan di tengah krisis.

"Sebisa mungkin lakukan diversifikasi produk dan pasar. Kalau produk A bermasalah, maka produk B bisa bertahan dan mensubsidi pemasukan," tambahnya.

Emil juga menyarankan agar para pelaku bisnis UMKM dapat menyertakan keterangan standar keamanan atau kesehatan produknya. Pasalnya, saat ini masyarakat dinilai akan cenderung lebih selektif dalam memilih produk yang aman demi kesehatan.

"Semua produk harus ada standar kemananannya terutama kesehatan. Covid-19 ini mengajarkan kita untuk senantiasa berkolaborasi dan berinovasi agar pasokan terus terjamin," paparnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar