Yamaha

OJK Pastikan Hoaks Terkait Ajakan Penarikan Dana di Perbankan

  Kamis, 02 Juli 2020   Erika Lia
ilustrasi rupiah. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

CIREBON, AYOTASIK.COM -- Masyarakat diingatkan tak memercayai ajakan penarikan dana di perbankan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan informasi itu bohong atau hoaks.

Ajakan penarikan dana di perbankan diketahui banyak beredar di media sosial. Kejadian ini pun dilaporkan OJK ke polisi.

Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK Anto Prabowo menyebutkan, berdasarkan data OJK Mei 2020, tingkat permodalan dan likuiditas perbankan masih aman.

Rasio kecukupan permodalan (CAR) perbankan sebesar 22,16% (di atas ketentuan). Sementara hingga 17 Juni, rasio alat likuid/non-core deposit dan alat likuid/DPK terpantau pada level 123,2% dan 26,2% jauh di atas threshold masing-masing sebesar 50% dan 10%.

"Ajakan untuk menarik dana di perbankan itu hoaks. Masyarakat harus waspada," katanya melalui siaran pers yang diterima Ayocirebon.com dari OJK Cirebon, Kamis (2/7/2020).

Anto memastikan, telah melaporkan informasi tak benar itu kepada Bareskrim Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN).

Keduanya pihak berwenang itu bakal mengusut dan menindak sesuai ketentuan karena telah menimbulkan keresahan di masyarakat.

Sesuai Pasal 28 ayat 1 Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), para penyebar hoaks diancam hukuman penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar.

Pihaknya mengimbau pula masyarakat untuk selalu memastikan informasi ihwal keuangan yang diterima.

"Pastikan informasi itu benar dan valid, silakan hubungi OJK di nomor 157 atau layanan WhatsApp resmi 081157157157," tegasnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar