Yamaha

Linmas, Pahlawan Masyarakat Terabaikan dan Insentif Kematian yang Mandeg

  Sabtu, 04 Juli 2020   Irpan Wahab Muslim
Kepala Bidang Sumber Daya Aparatur dan Linmas pada Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tasikmalaya, Budi Arifin. (ayotasik/Irpan Wahab Muslim)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM ---Linmas atau hansip keberadaanya sangat dirasakan oleh masyarakat. Pengaman di tengah masyarakat ini selalu dibutuhkan dalam setiap kegiatan masyarakat, baik pesta pernikahan atau kegiatan masyarakat lainnya.

Namun, perannya yang sangat dibutuhkan itu tidak dibarengi dengan penghargaan yang pantas dari pemerintah. Seperti tidak adanya insentif bulanan yang diterima dari pemerintah hingga insentif kematian bagi linmas yang meninggal dunia.

Kepala Bidang Sumber Daya Aparatur dan Linmas pada Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tasikmalaya, Budi Arifin menuturkan, proses pencairan insentif bagi 56 anggota Linmas atau Hansip yang meninggal dunia selama kurun waktu tahun 2018, 2019 dan 2020 di Pemkab Tasikmalaya hingga kini mandeg.

Meski nilai instentif kematian itu tidak terlalu besar yakni Rp. 1.000.000 per orang, namun bagi keluarga Linmas jumlah itu sangat berarti.

"Banyak para kepala desa yang datang kepada kami, menanyakan proses pencairan bagi anggota Linmas yang telah meninggal dunia di desa mereka akan cair, " ucap Budi, Sabtu (4/6/2020).

Budi mengaku, pihaknya tidak bisa memgatakan secara detail kapan waktu pencairan insentif kematian itu kepada Kepala Desa atau keluarga Linmas yang datang. Pihaknya, kata Budi, hanya sebatas merekomendasi ke Dinas Keuangan.

"Kami tidak bisa menjawab secara risci. Kami menjawab semua sudah kami usulkan ke Dinas Keungan dan mungkin masih dalam proses," jelas Budi.

Budi memperkirakan, lambatnya pencairan insentif bagi Linmas yang meninggal itu lantaran ada aturan baru terkait pencairan insentif  yang berujung pada mandegnya proses pencairan. Aturan itu, salah satunya harus ada proposal rincian biaya penguburan bagi anggota Linmas yang meninggal.

"Apalagi di awal tahun ini malah ada Covid-19. Sehingga berdampak pula bagi berbagai program dan kegiatan di Pemkab Tasikmalaya," jelas Budi.

Mereka yang diusulkan sebanyak 56 anggota Linmas yang sudah almarhum tersebut berasal dari 16 kecamatan. Dalam aturan, setiap orangnya mendapatkan insentif Rp 1.000.000 yang diberikan kepada keluarga yang bersangkutan.
 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar