Yamaha

Mitos Aliran Leuwibudah Tasikmalaya, Tempat Temuan Mayat Tenggelam

  Senin, 06 Juli 2020   Irpan Wahab Muslim
Aliran Sungai Ciwulan di Desa Leuwibudah Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

SUKARAJA, AYOTASIK.COM – Masyarakat Leuwibudah, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, memiliki cerita tersendiri dengan Sungai Ciwulan. Di aliran sungai itu yang berada di desa mereka, kerap kali ditemukan mayat-mayat tenggelam yang diduga berasal dari hulu.

Manaf (54) warga Leuwibudah menuturkan, di aliran Sungai Ciwulan tepatnya di bawah jembatan gantung desa Leuwibudah, kerap kali ditemukan mayat yang hanyut terbawa sungai.

Warga yang memancing ikan, seringkali mendapati adanya sesosok mayat mengambang. Saat dievakuasi, diketahui mayat tersebut yang jatuh dan terseret arus dari wilayah hulu.

“Kalau misalkan ada yang tenggelam di daerah hulu, pasti mencarinya di wilayah Leuwibudah. Itu sudah menjadi mitos dan cerita warga di Tasik. Jadi kalau ada yang tenggelam di wilayah Sungai Ciwulan, carinya di Sungai Ciwulan daerah Leuwibudah,“ ucap Manap kepada Ayotasik.com, Senin (6/7/2020).

IMG-20200706-131337
Jembatan gantung di Desa Leuwibudah. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

Ditambahkan Manaf, di bawah jembatan gantung, aliran air Sungai ciwulan saat tenang. Namun arus di bawahnya sangat kencang. Saat aliran sungai surut, terlihat beberapa rongga atau cekungan di dasar aliran sungai.

“Airnya tenang, tapi arus di dalamnya deras. Saya sebagai warga di sini juga seringkali ada penemuan mayat di sini, kebanyakan mengambang,“ ucap Manap.

Sementara itu, Jejen Jaenal (45) warga lainnya memperkirakan, selain adanya mitos yang menyelimuti aliran Sungai Ciwulan, tepatnya di bawah jembatan gantung Leuwibudah, kondisi air yang tenang serta cekungan di dasar sungai membuat mayat-mayat mudah ditemukan.

Artinya, mayat tersangkut di bebatuan dan cekungan sungai, saat kondisi mayat sudah mengembang karena cairan, mayat terangkat ke permukaan sungai karena kuatnya arus dari dalam.

“Jadi setelah mengembang, tubuh mayat itu kan langsung naik karena terdorong arus sungai jadina mengambang ke permukaan. Selan itu ya mitos di sini memang di aliran sungai itu ada penunggunya yang kerap membantu mayat-mayat yang tengelam,“ ujar Jejen.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar