Yamaha

Napi Asimilasi Berulah Curi Motor, Kakak Diajak Berkomplot

  Selasa, 07 Juli 2020   Irpan Wahab Muslim

MANGUNREJA, AYOTASIK.COM -- Warga binaan Lapas Garut yang mendapatkan program asimilasi, Angga Setiawan (AS) kembali berulah. Warga Desa/Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya ini melakukan aksi pencurian kendaraan bermotor.

Dalam aksinya, Angga melibatkan kakaknya, Budi (34). Budi berperan sebagai penadah seluruh hasil motor curian Angga. Kedua kaka beradik ini pun harus berurusan dengan polisi.

Keduanya diciduk jajaran Satreskrim Polres Tasikmalaya dari lokasi berbeda. Dari tangan kedua kaka-adik ini, polisi mengamankan tujuh unit sepeda motor hasil curian. Satu orang remaja inisial DS (16) ikut diamankan karena terlibat dalam aksi kejahatan tersebut.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Siswo Tarigan menjelaskan, para pelaku pencurian sepeda motor berhasil ditangkap di tempat persembunyian mereka di Desa/Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya.

Aksi pencurian sepeda motor mereka terbongkar manakala ketiga pelaku melakukan aksi di parkiran UPTD Puskesmas Cikalong dengan korban tenaga medis di Kecamatan Cikalong pada 17 Juni 2020.

"Satu orang ternyata warga binaan Lapas Garut yakni Angga Setiawan yang sedang menjalani masa asimilasi dan sisa masa tahanan. Dia mengajak DS yang masih di bawah umur. Dan sepeda motor hasil curian tersebut kemudian dijual oleh kakaknya Budi," ujar Siswo, saat ekspose di Polres Tasikmalaya, Selasa (7/7/2020).

Selain tiga tersangka yang sudah diamankan, dua orang terduga pelaku masih dalam pengejaran. Pasalnya setiap beraksi, kelompok ini beranggota 5 orang. Adapun peran masing-masing pelaku, antara lain AS yang memetik atau mencuri motor bersama DS. Sedangkan Budi alias Boyon tugasnya menjual kembali sepeda motor curian.

"Bahkan AS juga sebelumnya pernah melakukan pencurian motor sebanyak dua kali di wilayah hukum Kabupaten Tasikmalaya," jelas Siswo.

Saat beraksi, kata Siswo, pelaku merusak penutup kunci dengan sejenis magnet untuk membuka. Kemudian menggunakan kunci leter T untuk menghidupkan sepeda motor. Hanya dalam hitungan 10 detik saja sepeda motor berhasil dibawa kabur.

"Barang bukti yang kita amankan dari ketiga pelaku ada tujuh kendaraan roda dua. Kemudian motor curian ini dijual pelaku rata-rata Rp3 juta per unit," terang Siswo.

Kedua pelaku AS dan DS dikenakan Pasal 363 tentang pencurian dengan ancaman hukuman 7 tahun. Sedangkan Budi diancam pasal 481 KUHP tentang penadah ulung dengan ancaman maksimal pidana 7 tahun penjara.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar