Yamaha

Ini Harapan Ketua PGRI Kabupaten Tasik Terkait KBM

  Sabtu, 11 Juli 2020   Irpan Wahab Muslim
SINGAPARNA, AYOTASIK.COM – Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Tasikmalaya Ahmad Juhana memberikan pandangan terkait Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) siswa ditengah pandemic Covid-19. Ahmad Juhana menilai, perlu adanya penyesuaian KBM di tengah pandemic Covid-19 yang saat ini masih terjadi. Tetapi dalam penyesuaian itu, tidak merugikan siswa dan guru tidak kehilangan profesi sebagai gurunya.

Penyesuaian KBM itu, kata Ahmad, bisa dilakukan dengan langkah guru yang lebih aktif mendatangi siswa ke rumahnya untuk mengajar. Kunjungan guru ke rumah siswa ini, bisa dilakukan per kelompok tetapi tetap melakukan pembatasan jumlah siswa.

“Untuk di daerah, KBM dengan tatap muka tetap diperlukan, tetapi ada penyesuaian. Artinya guru yang berkunjung ke kelompok-kelompok Siswa. Kalau di desa , berkunjung ke kampung ini dibatasi jumlah anak didinya seperti itu, “ kata Ahmad melalui sambungan telepon, Sabtu (11/7/2020).

Tentunya, dengan aktifnya guru berkunjung ke rumah siswa, diperlukan adanya peralihan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) agar nantinya tidak terjadi permasalahan. Sementara untuk system Daring atau online, Ahmad melihat system itu kurang maksimal karena akan merepotkan orang tua.

Selain itu, system pembelajaran daring dari segi kecerdasan, anak tidak akan kekurangan. Artinya banyak referensi yang bisa di cari melallui internet. Namun dari aspek penguatan kepribadian, sikap, prilaku dan mental, Anak membutuhkan bimbingan dari guru.

“Peran guru itu masih sangat dibutuhkan dalam tadi, pembentukan kpribadian, sikap, prilaku dan mental. Guru nantinya lebih berorientasi kepada mitra, kepada pamong dan penganyom. Jadi system jemput pola dilakukan dalam KBM pada saat pandemic Covid-19 ini, “ ucap Ahmad. 
 
 

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar