Yamaha

Tokoh Agama Tasik Ajak Masyarakat Tingkatkan Moral dan Keimanan

  Kamis, 16 Juli 2020   Irpan Wahab Muslim
Polres Tasik menangkap seorang wanita yang sengaja membuang bayinya di di Desa Cibungur, Kecamatan Parungpoteng, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (16/7/2020) . (ayotasik/Irpan Wahab Muslim)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Penemuan jasad bayi berjenis kelamin laki-laki di Desa Cibungur, Kecamatan Parungpoteng, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (16/7/2020) kemarin mendapatkan perhatian dari sejumlah tokoh agama. Mereka mengecam tindakan ibu kandungnya AN (20) yang tega membuang darah dagingnya sendiri.

Pengasuh Pesantren Abdul Jabar Desa Sukamulya, Kecamatan Singaparna Ust Abdul Hakim menuturkan, tindakan ibu kandung yang membuang darah dagingnya sendiri merupakan tindakan yang diluar batas. Karena seharusnya, ibu kandung justru harusnya merawat dan melindungi anaknya sendiri.

"Meskipun hasil diluar nikah, pembuang bayi tidak dibenarkan dalam agama karena sama saja dengan membunuh bayi. Pembunuh itu perbuatan yang sangat sangat dilarang oleh agama, " kata Abdul Hakim, Kamis (16/7/2020).

Ditambahkan Abduk Hakim, kasus buang bayi dengan alasan menutup aib karena hasil diluar pernikahan bukan hanya satu atau dua kali terjadi di Tasikmalaya. Hal ini tentunya harus menjadi perhatian bersama agar kejadian serupa tidak terjadi dikemudian hari.

"Jadi perlu adanya pengawasan lebih dari orang tua terhadap pergaulan anaknya. Perlu meningkatakan keimanan dan akhlak dikalangan remaja saat ini. Jangan sampai mereka melakukan perbuatan yang melanggar norma agama," ujar Abdul Hakim.

Hal serupa dikatakan pengasuh pesantren Riadussolihin Desa Toblongan, Kecamatan Bojongasih Ust. Kholik. Ia mengatakan, perlu adanya penekanan dan upaya yang cepat dalam meningkatkan keimanan dan moralitas generasi muda saat ini.

Karena dari tontonan yang mudah di akses melalui handphone, mereka meniru apa yang mereka lihat. Termasuk dalam pergaulan bebas dan melebihi batas dalam berpacaran.

"Pengawasan orang tua harus lebih dikedepankan, lingkungan juga harus ikut andil dalam mencegah terjadinya tindakan melawan hukum dan melanggar ajaran agama. Kita khawatir generasi muda kita hancur kalau tidak berbuat secara bersama, " ucap Kholik. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar