Yamaha

KPAID Kabupaten Tasik Ikut Dalami Kasus Pembuangan Bayi

  Kamis, 16 Juli 2020   Irpan Wahab Muslim

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM – Kasus pembuangan bayi oleh ibu kandungnya sendiri berinisial AN (20) di Desa Cibungur, Kecamatan Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (15/7/2020) kemarin bukan hanya mendapatkan sorotan dari tokoh agama, namun juga dari Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya.

Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto mengaku prihatin dengan kejadian pembuangan bayi tersebut. KPAID pun berencana ikut ambil bagian dalam kasus ini. Namun bukan untuk menghakimi pelaku tetapi akan melakukan pendampingan psikologis yang bisa saja menimbulkan trauma yang bisa membahayakan jiwa pelaku itu sendiri.

“Kita akan lakukan pendampingan psikologis, karena kita khawatir, paska kejadian itu pelaku trauma dan bisa saja membahayakan jiwanya. Kita sangat prihatin dengan kejadian itu," ucap Ato kepada wartawan, Kamis (16/7/2020).

Ato menilai, kasus pembuangan bayi dengan alasan malu karena memiliki anak di luar pernikahan yang terjadi karena minimnya pengawasan orang tua. Akibatnya, pergaulan orang tua yang lemah membuat prilaku anak menjadi tidak terkendali.

Ato menambahkan, dalam kasus yang menjerat AN yang masih diusia belia itu, KPAID melihat adanya ketergantungan seksual baik dari pelaku maupun pacarnya berinisial K. sehingga, mereka berdua yang sedang dimabuk asmara tidak memperdulikan resiko-resiko akibat perbuatan seksual yang mereka lakukan.

“Mereka tidak memperhitungkan resiko kehamilan. Ini jadi perhatian kita bersama, orang tua harus lebih berperan mengawasi pergaulan anaknya. Jangan sampai, tindak tanduk anak jadi tidak terkendali," ucap Ato.

 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar