Yamaha

Hidupkan Permainan Jadul Pemdes Cisayong Bentuk Kampung Kolecer

  Sabtu, 18 Juli 2020   Irpan Wahab Muslim
Kampung Kolecer di kampung Wangun Desa Cisayong. (ayotasik/Irpan Wahab Muslim)

CISAYONG, AYOTASIK.COM - Pemerintah Desa (Pemdes) Cisayong, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya seakan tidak kehabisan ide kreatif. Setelah berhasil membangun stadion sepak bola yang mempunyai rumput kualitas standar FIFA, kini Pemdes dan masyarakat membangun kampung Kolecer di kampung Wangun Desa Cisayong.

Kolecer merupakan permainan berbentuk baling-baling yang terbuat dari bambu dan kayu. Dasar membentuk kampung Kolecer tidak lain yakni untuk menghidupkan kembali permainan kolecer sebagai permainan Jaman Dulu (Jadul) yang hampir punah ditengah derasnya permainan modern.

Inisiator kampung Kolecer Egi Supriadi yang ditemui Ayotasi.com, Sabtu (18/7/2020) menuturkan,  permainan Kolecer khusunya di Desa Cisayong umumnya di Jawa Barat sudah hampir dilupakan karena maraknya permainan modern.

Berangkat dari pemikiran itu, kata Egi, Pemdes Cisayong berinisiatif membuat kampung Kolecer yang bertempat di Kampung Wangun. 39 Rukun Tetangga (RT) yang ada di Desa Cisayong diwajibkan membuat 10 kolecer dengan komposisi 5 kolecer original dan 5 Kolecer unik. Hebatnya lagi, anggaran untuk membuat kolecer itu merupakan swadaya masyarakat.

"Jadi idenya itu, kita ingin permainan kolecer yang hampira punah kembali hidup. Kita sengaja gelar dikampung Wangun karena posisinya stategis berada diketinggian," ucap Egi.

Kolecer-kolecer pun sudah dipasang oleh tiap RT di kampung Wangun. Kolecer berbagai kreasi bergerak dan berbunyi saat terhempas oleh angin. Pembentukan kampung kolecer ini juga, kata Egi, nantinya akan dilombakan pada tanggal 25 Juli mendatang. Tiap kolecer yang dibuat akan dinilai sesuai ketegori.

"Minimalnya tinggi kolecer 5 meter dan maksimal 7 Meter. Intinya tadi, kita ingin ngamumule budaya sunda salah satunya perminan kolecer," ucap Egi.

Kampung kolecer ini pun menjadi viral di media sosial. Setiap siang hingga sore hari, tidak sedikit warga dari Desa Cisayong fan sekitarnta mengunjungi kampung Wangun, melihat langsung permainan kolecer. Bahkan, bukan hanya warga Desa Cisayong, pengunjung juga datang dari daerah atau Kecamatan lain seperti Manonjaya, Cineam, Rajapolah dan Ciawi.

"Banyaknya pengunjunng itu berimbas pada peningkatan ekonomi masyarakat. Dimana masyarakat kampung Wangun banyak yang membuka warung kecil-kecilan," ungkap Egi.

Salah satu pengunjung, Euis (36) menuturkan, ia sengaja datang dari wilayah Kota Tasikmalaya untuk melihat langsung permainan kolecer. Ia menilai, pembentukan kampung kolecer ini sangat bagus dan unik.

"Unik ya kalau saya liat. Jadi permainan kolecer kembali hidup, " ucap Euis

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar