Yamaha

Spesialis Kandungan Jelaskan Kejadian Hamil 1 Jam Sebelum Melahirkan

  Senin, 20 Juli 2020   Irpan Wahab Muslim
Ilustrasi kehamilan. (Pexels/Pixabay )

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM - Proses kehamilan hingga melahirkan seorang ibu di Kampung Mandalasari, Desa Mandalasari, Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya yang viral di Media Sosial karena hanya berjarak 1 jam dari proses kehamilan hingga melahirkan bukan hal yang aneh di dunia kedokteran khususnya bidang kandungan.

Kasus serupa, kemungkinan terjadi dalam skala 1:400.

Dokter Kabidanan dan Penyakit Kandungan RS Singaparna Medika Citrautama dr. Asep Taslim menuturkan, dari sudut pandang ilmu kedokteran kandungan, proses kehamilan membutuhkan waktu sekitar 9 bulan, yang diawali dari bertemunya Sperma dengan indung telur.

"Proses kehamilan itu kan dimulai dari proses bertemunya sperma dengan indung telur, prosea menghadirkan segumpal darah dan daging sampai dihembuskan detak jantung pertama itu kan 6 minggu, jadi tidak mungkin dalam rentan waktu 1 jam hamil dan melahirkan, " ucap Asep kepada Ayotasik.com, Senin (20/7/2020).

Pada kasus yang terjadi di Mandalasari, kata Asep, pasien atau ibu bernama Heni Nuraeni (28) itu karena tidak menyadari bahwa dirinya hamil atau dalam dunia medis disebut cryptic pregnancy yakni seorang perempuan hamil tetapi tidak menyadari kehamilannya karena gejala kehamilan yang sangat halus.

"Bisa saja karena ketidaksiapan secara psikologis, si ibu tidak menyadari bahwa dirinya hamil. Disini juga banyak kasus yang seperti itu, saat kontrol tahunya sudah usia kandungan 9 bulan dan siap melahirkan, " ucap Asep.

Sementara untuk gerakan dan gejala kehamilan, lanjut Asep, dimungkinkan tidak terasa adanya gerakan-gerakan bayi di dalam kandungan. Kondisi itu, bisa dipengaruhi oleh faktor berat badan ibu yang berlebihan.

"Kenapa tidak ada mual, muntah atau bertambahnya bentuk perut, kemungkijan karena berat badan si ibunya berlebih jadi tidak terjadi gejala semacam orng hamil lainnya," ujar Asep.

Sementara terkait proses mentruasi yang diakui Heni selalu terjadi tiap bulan, Asep memperkirakan, darah yang keluar tiap bulan yang dialami Heni bukan menstruasi. Karena saat kehamilan tidak semuanya berjalan lancar, artinya ada kasus dimana terjadinya pendarahan saat kehamilan yang itu berbeda beda sesuai dengan status kehamilan.

"Selama hamil, menstruasi itu berhenti. Kalaupun ada darah, itu bukan darah menstruasi. Karena saat kehamilan, ada juga pendarahan dan itu tergantung dari usia kehamulannya," ujar Asep.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar