Yamaha

Prokotol Kesehatan Ini Harus Dipatuhi saat Iduladha

  Senin, 27 Juli 2020   Ananda Muhammad Firdaus
ilustrasi salat id. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

JAKARTA, AYOTASIK.COM -- Pelaksanaan Iduladha 1441 H jatuh pada 31 Juli 2020, sesuai hasil sidang isbat Kementerian Agama (Kemenag) 21 Juli lalu yang menetapkan awal bulan Zulhijah jatuh pada 22 Juli.

Hari raya kurban tersebut harus terlaksana di tengah gejolak wabah Covid-19. Karena itu Kemenag pada 30 Juni mengeluarkan Surat Edaran No SE. 18 Tahun 2020 tentang protokol kesehatan yang mesti dipatuhi oleh umat muslim kala merayakan hari raya tersebut.

“Edaran ini diharapkan menjadi petunjuk penerapan protokol kesehatan pada pelaksanaan salat Iduladha dan penyembelihan hewan kurban dengan menyesuaikan pelaksanaan tatanan kenormalan baru atau New Normal. Dengan begitu, pelaksanaan salat Iduladha dan penyembelihan hewan kurban dapat berjalan optimal serta terjaga dari penularan Covid-19,” jelas Menag Fachrul Razi, Selasa (30/06/2020).

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid mengatakan, surat edaran ini diharapkan menjadi panduan resmi penyelenggaraan Salat Iduladha dan penyembelihan hewan kurban, menyesuaikan tatanan kenormalan baru (new normal) untuk menghindari penyebaran virus corona.

"Menurut Pak Menag, salat Iduladha maupun penyembelihan hewan kurban dapat dilaksanakan di semua daerah, kecuali pada tempat-tempat yang dianggap masih belum aman Covid-19 oleh Pemerintah Daerah/Gugus Tugas Daerah," ujar Zainut.

Anjuran tersebut meminta masyarakat Indonesia untuk mematuhi gugus tugas daerah masing-masing, jika daerahnya masih rawan, salat Iduladha bisa dilakukan secara mandiri.

Berikut protokol kesehatan dan panduan lengkap salat Iduladha berdasarkan Surat Edaran No SE. 18 Tahun 2020.

a. Menyiapkan petugas untuk melakukan dan mengawasi penerapan protokol kesehatan di area tempat pelaksanaan.

b. Melakukan pembersihan dan disinfeksi di area tempat pelaksanaan.

c. Membatasi jumlah pintu/jalur keluar masuk tempat pelaksanaan guna memudahkan penerapan dan pengawasan protokol kesehatan.

d. Menyediakan fasilitas cuci tangan/sabun/ hand sanitizer di pintu/jalur masuk dan keluar.

e. Menyediakan alat pengecekan suhu di pintu/jalur masuk. Jika ditemukan jamaah dengan suhu >37,5'C (2 kali pemeriksaan dengan jarak 5 menit), tidak diperkenankan memasuki area tempat pelaksanaan.

f. Menerapkan pembatasan jarak dengan memberikan tanda khusus minimal jarak 1 meter.

g. Mempersingkat pelaksanaan salat dan khutbah Idul Adha tanpa mengurangi ketentuan syarat dan rukunnya.

h. Tidak mewadahi sumbangan/sedekah jamaah dengan cara menjalankan kotak, karena berpindah-pindah tangan rawan terhadap penularan penyakit.

i. Penyelenggara memberikan imbauan kepada masyarakat tentang protokol kesehatan pelaksanaan salat Idul Adha yang meliputi:

1) Jamaah dalam kondisi sehat.

2) Membawa sajadah/alas salat masing-masing.

3) Menggunakan masker sejak keluar rumah dan selama berada di area tempat pelaksanaan.

4) Menjaga kebersihan tangan dengan sering mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer.

5) Menghindari kontak fisik, seperti bersalaman atau berpelukan.

6) Menjaga jarak antar jemaah minimal 1 (satu) meter.

7) Mengimbau untuk tidak mengikuti salat Idul Adha bagi anak-anak dan warga lanjut usia yang rentan tertular penyakit, serta orang dengan sakit bawaan yang berisiko tinggi terhadap Covid-19. (Fariza Rizky Ananda)

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar