Yamaha

Kabupaten Tasikmalaya dan Kerajaan Mataram

  Senin, 27 Juli 2020   Irpan Wahab Muslim
Kantor Setda Kabupaten Tasikmalaya. (ayotasik/Irpan Wahab Muslim)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menetapkan tanggal 26 Juli selalu memperingati hari Jadi.

Tahun ini, Kabupaten Tasikmalaya memasuki usia ke 388 tahun. Pembentukan Kabupaten Tasikmalaya tidak terlepas dari adanya kerajaan Galungung.

Kerajaan Galunggung diketahui berdiri pada tanggal 13 Bhadrapada 1033 Saka atau 21 Agustus 1111 dengan penguasa pertamanya yaitu Batari Hyang. Hal itu didasarkan fakta ditemukannya Prasasti Geger Hanjuang di Desa Linggawangi, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya.

Prasasti Geger Hanjuang dianggap sebagai bukti otentik dari adanya Kerajaan Galunggung. Prasasti berupa batu hitam bertuliskan Sunda itu ditemukan K.F Holle pada tahun 1877. Prasasti Geger Hanjuang yang mempunyai ukuran tinggi 80 centimeter dan lebar 60 meter itu berisi bahasa Sunda kuno yang berbunyi "tra ba i guna apuy na sta gomati sakakala ru mata k disusu(k) ku batari hyang pun." Artinya pada tahun1033 (Saka) (ibukota) Ruma(n) tak diperkuat (pertahanannya) oleh Batari Hyang.

Dari Sang Batari inilah mengemuka ajarannya yang dikenal sebagai Sang Hyang Siksakandang Karesian. Ajarannya ini masih dijadikan ajaran resmi pada zaman Prabu Siliwangi (1482-1521 M) yang bertahta di Pakuan Pajajaran. Kerajaan Galunggung ini bertahan sampai 6 raja berikutnya yang masih keturunan Batari Hyang.

Sejarah Tasikmalaya pada Periode selanjutnya adalah periode pemerintahan di Sukakerta dengan ibu kota di Dayeuh Tengah (sekarang termasuk dalam Kecamatan Salopa) yang merupakan salah satu daerah bawahan dari Kerajaan Pajajaran.

Penguasa pertama adalah Sri Gading Anteg yang masa hidupnya sezaman dengan Prabu Siliwangi. Dalem Sukakerta sebagai penerus tahta diperkirakan sezaman dengan Prabu Surawisesa 1521-1535 M Raja Pajajaran yang menggantikan Prabu Siliwangi.

Pembentukan Kabupaten Tasikmalaya pada perkembangannya tidak terlepas dari piagam Sultan Agung Mataram. Piagam itu, terbit akibat dari penahanan Wedana Priangan Pengeran Dipati Rangga Gede oleh Mataram. Jabatan itu diberikan oleh Sultan Agung Mataram kepada Dipati ukur, namun dengan syarat harus merebut wilayah Batavia dari pasukan VOC.

Tahun 1628 Sultan Agung memerintahkan Dipati Ukur membantu pasukan mataram untuk merebut Batavia, namun serangan itu berakhir dengan kegagalan. Sadar atas kegagalan akan berbuah pada hukuman, Dipati Ukur dan pasukannya membangkang terhadap Mataram. Akhirnya, Sultan Agung Mataram meminta kepada beberapa penguasa priangan untuk mencari dan menangkap Dipati Ukur.

Atas prestasinya menangkap Dipati Ukur, Ki Wirawangsa yang merupakan penguasa Umbul Sukakerta sebagai bagian dari Kerajaan Mataram diangkat menjadi Bupati Sukapura dengan gelar Tumenggung Wiradadaha.

Pengukuhan ki Wirawangsa juga dimaknai sebagai awal pembebasan Sukapura dari pengaruh Mataram karena sejak saat itu Bupati Sukapura dibebaskan dari kewajiban upeti.

Setelah pengangkatan Ki Wirawangsa sebagai Bupati, Ibukota Sukapura yang awalnya di Dayeuh Tengah yang sekarang masuk Kecamatan Salopa berpindah ke Leuwi loa atau Desa Sukapura Kecamatan Sukaraja.


Perpindahan ibukota itu terjadi pada kekuasaan Wiradadaha VIII. Perpindahan ibu kota dari Sukapura ke Manonjaya terjadi karena kekuasaan Sukapura cukup luas membentang dari sebagaian wilayah Kabupaten Garut hingga Kabupaten Pangandaran saat ini.

Setelah Wiradadaha VIII wafat, beliau digantikan oleh adiknya R.T Danuningrat dengan gelar Wiradadaha XI dan berhasil membangun Kota Manonjaya.

Ibu Kota Manonjaya itu berlangsung tiga periode kepemimpinan yakni Raden Rangga Wiradimanggala atau Bupati Sukapura X, Raden Wiraadegdaha atau Bupati Sukapura XI, dan R.T Wirahadiningrat atau Bupati Sukapura XII.

Pada periode pemerintahan Raden Rangga Wiratanuwangsa atau R.T Prawiraadiningrat atau Bupati Sukapura XII yang memerintah tahun 1901-1908, perpindahan ibu kota dari Manonjaya ke Tasikmalaya terjadi pada tanggal 1 Oktober 1901.

Perubahan nama dari Kabupaten Sukapura menjadi Tasikmalaya saat pemerintahan di bawah pimpinan R.T Wiratanuningrat yakni tanggal 1 Januari 1913. Ia diangkat oleh Pemerintah Belanda menjadi Bupati Tasikmalaya pertama sesuai perubahan nama. Ia memimpin hingga tahun 1937.
 
 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar