Yamaha

AKB, Pengrajin Besek dan Hantaran Mulai Menerima Pesanan

  Selasa, 28 Juli 2020   Irpan Wahab Muslim
Cicih (kiri) merampungkan pesanan besek atau pipiti di rumahnya Desa Cigadog, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (25/7/2020). (Ayotasik/Irpan Wahab Muslim)

LEUWISARI, AYOTASIK.COM -- Adaptasi Kebiasaan Baru membawa secercah harapan bagi para pengrajin di Desa Cigadog, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya. Sejak fase kenormalan baru itu berlaku, pesanan demi pesanan kerajinan mulai berdatangan dari berbagai daerah.

Ditemui Ayotasik.com di rumahnya, Cicih (68) dan Teno (53) menuturkan, pada masa pandemi Covid-19 yang berakibat pada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), pesanan besek atau pipiti hasil produksinya menurun drastis. Mereka hanya fokus pada kegiatan bertani karena pesanan tidak kunjung datang.

"Pami kemarin mah iya, ibu mah kana tani we da pesenen pipitina teu aya. Ieu oge nembe Sasasih aya pesenan deui, " ucap Cicih, Selasa (28/7/2020).

Produksi pipiti saat ini mulai kembali bergeliat, Cicih menuturkan, setidaknya ia dituntut untuk pengerjakan lebih dari 300 pasang pipiti dalam satu bulan. Hasil kreasi pipitinya itu dikirim ke berbagai daerah oleh Bandar.

"Biasana mah ka Singaparna, ka Bandung, ka Cianjur. Alhamdulilah tos aya deui pesenan ayeuna mah, " ucap Cicih.

Senada dengan Cicih, Manah (46) pengrajin hantaran menuturkan, selama AKB, ada peningkatan pesanan hantaran pernikahan. Hal ini karena sudah diperbolehkannya pesta pernikahan meski harus menetapkan protokol kesehatan.

Kebanyakan, pesanan datang dari wilayah Tasikmalaya ,Ciamis dan Kota Banjar. Hanya saja, jumlah pesanan masih terbatas.

"Paling banyak ada dua lusin seminggu. Itu juga pesanan hanya dari Tasik kebanyakan. Mudah mudahan kedepannya makin rame pesanan, " ucap Manah.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar