Yamaha

Pakar Khawatir Gelombang Dua Covid-19 Serang Muda-mudi

  Kamis, 30 Juli 2020   Icheiko Ramadhanty
Mengenakan masker untuk aktivitas sehari-hari sangat dianjurkan untuk menekan risiko penularan Covid-19. (Freepik)

JAKARTA, AYOTASIK.COM – Profesor urologi asal Inggris, Roger Kirby, mengatakan bahwa gelombang kedua Covid-19 menargetkan orang-orang berusia muda. Hal itu dia katakan ketika berbicara dalam konferensi bersama dokter dan ahli kesehatan untuk membahas segala kemungkinan yang muncul akibat Covid-19 di Eropa.

Dilansir dari kantor berita online asal Inggris, Mirror.co.uk, dia memperingatkan bahwa orang dengan usia muda lebih berisiko ketika virus asal Cina itu masuk pada gelombang kedua. Kondisi ini berbeda dari gelombang pertama, kata Kirby, dimana Covid-19 menyerang orang dengan usia lebih tua, etnis minoritas, maupun mereka yang memiliki sakit bawaan.

Pernyataan Kirby didasari dari penelitiannya ketika melihat pandemi Flu Spanyol 1918 yang merenggut nyawa 50 juta orang di seluruh dunia. Menurutnya, flu yang terjadi pada Maret 1918 itu menyerang orang dengan usia tua pada gelombang pertama. Lalu pada September hingga November 1918, flu tersebut berkembang ke gelombang kedua dan menyerang orang dengan usia muda dan memiliki kondisi fisik yang sehat.

"Apa yang kami lihat pada tahun 1918 adalah perubahan virus dan gelombang kedua. Ini berbeda dari gelombang pertama dan flu itu mempengaruhi sekelompok orang yang berbeda, terutama orang yang lebih muda,” kata Kirby dikutip dari Mirror.co.uk, Rabu (29/7/2020).

Selain Kirby, para pakar pandemi juga mengkhawatirkan bahwa Covid-19 akan mengalami ‘kurva W’ yang juga terjadi pada Flu Spanyol. ‘Kurva W’ terjadi ketika angka kematian melonjak dan banyak ditemukan pada orang-orang dengan usia 25 hingga 30 tahun dan dalam kondisi sehat. Dokter-dokter di Amerika Serikat juga dikabarkan takut dengan tren kematian serupa.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar