Yamaha

Masih Banyak Warga Tidak Bermasker, Pemkab Tasik Masih Godog Regulasi

  Kamis, 30 Juli 2020   Irpan Wahab Muslim
Warga di Lokasi Pasar Singaparna banyak yang tidak menerapkan protokol kesehatan salah satunya terkait penggunaan masker. (ayotasik/Irpan Wahab Muslim)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Sebagan besar pengunjung di pasar Singaparna tidak menerapkan protokol kesehatan seperti masker dan menjaga jarak. Bahkan, tempat cuci tangan yang berada di beberapa titik tidak berfungsi karena kondisi penampungan air kosong tidak berisi.

Kondisi ini pun mendapatkan sorotan dari Ketua KNPI Kecamatan Singaparna Zamzam J Maarif. Ia menilai, pemerintah harus segera memberikan pringatan berupa penerapan sanksi denda sesuai dengan keputusan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

"Jadi memang harus ada treatmen khusus bagi warga. Harus dengan sanksi yang tegas agar mereka sadar," kata Zamzam, Kamis (30/7/2020).

Ditambahkan Zamzam, selama ini pemerintah hanya terus melakukan sosialisasi dan imbauan. Upaya itu justru tidak berdampak sehingga membuat masyarakat santai dalam menyikapi persoalan Covid-19.

"Sosialisasi dan imbauan sudah tidak mempan.  Harus tegas, karena kalau tidak begitu akan santai," ucap Zamzam.

Sementara itu, Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 yang sekaligus Kapolres Tasikmalaya AKBP. Hendria Lesmana menuturkan, pihaknya belum menerapkan sanksi bagi masyarakat yang tidak menggunakan masker.

Hal itu lantaran, aturan yang mengatur Petunjuk Pelaksana (Juklak) dan Petunjuk Teknis (Juknis) masih di godog oleh Tim Gugud Tugas.

"Sementara kita maksimalkan sosialisasi dan imbauan, karena aturan berbentuk Perbupnya belum ada masih dibahas. Nanti setelah terbit, baru kita akan lakukan sesuai aturan itu, " ujar Hendria.

 Ket Foto : Warga di Lokasi Pasar Singaparna banyak yang tidak menerapkan protokol kesehatan salah satunya terkait penggunaan masker.
 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar