Yamaha

Dampak COVID-19 Merambah Ke Dunia Madrasah Diniyah

  Minggu, 09 Agustus 2020   Irpan Wahab Muslim
Dampak COVID-19 Merambah Ke Dunia Madrasah Diniyah

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM - Pandemi Covid-19 di Kabupaten Tasikmalaya tidak hanya dirasakan oleh para pelaku usaha atau lembaga-lembaga bisnis lainnya, tetapi juga dirasakan oleh lembaga-lembaga pendidikan agama seperti lembaga pendidikan Diniyah Takmiliyah (DT) atau Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) berserta guru-gurunya.

Pada tahun 2020 ini, bantuan pemerintah untuk biaya operasional pendidikan (BOP) Diniyah, termasuk bantuan insentif guru diniyah belum juga turun.

Meski nilai bantuan itu tidak seberapa, namun di tengah-tengah kesulitan ekonomi masyarakat terdampak pandemi Covid-19 seperti saat ini, bantuan pemerintah setidaknya menjadi angin segar bagi kehidupan guru MDT.

Kegundahan itu, diutarakan Ketua Kelompok Kerja Diniyah Takmiliyah (KKDT) Kecamatan Bojongasih, Suherman. Ia mendapatkan sejumlah masukan dari guru diniyah di daerahnya tentang kepastian pencairan BOP dan Insentif yang hingga saat ini belum kunjung cair.


"Waktu kami road show pembinaan guru-guru madrasah se-Kecamatan Bojongasih ini, kami mendengar langsung dari para guru diniyah termasuk di Desa Toblongan, terkait BOP dan insentif yang hingga saat ini belum keluar, " ucap Suherman kepada wartawan, Sabtu (8/8/2020).

Hal senada dikatakan Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Tasikmalaya, Suryana. Pihaknya telah menampung seluruh harapan para guru DT melalui KKDT di 39 kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya dan telah dikomunikasikan baik dengan pihak pemerintah daerah maupun DPP FKDT  melalui DPW FKDT Provinsi Jawa Barat.

"Intinya sama, bahwa apa yang menjadi harapan ribuan guru diniyah di 3.428 madrasah diniyah di 39 kecamatan dan 351 desa di Kabupaten Tasikmalaya, juga menjadi harapan FKDT. Dimana bantuan pemerintah untuk keberlangsungan MDT ini cukup dinantikan," ujar Suryana.

Bantuan untuk insentif para guru madrasah itu, kata Suryana, sebesar Rp 218 ribu per tahun atau rata-rata Rp 25 ribu per bulan selama dua tahun dan satu kali BOP sebesar Rp 1 juta per madrasah diniyah.

Ditambahkan, sejauh ini kehidupan madrasah diniyah termasuk kesejahteraan guru-guru yang selama ini menghibahkan hidupnya demi memberikan nilai-nilai dasar agama bagi generasi bangsa, hanya mengandalkan iuran atau infaq para orang tua murid.

"Angka insentif tertinggi untuk guru diniyah itu Rp 150 ribu per bulan. Bersyukur para guru selama ini tetap tegar berjuang demi kehidupan ukhrawi anak-anak didiknya," ucap Suryana.

FKDT, lanjut Suryana, akan terus berupaya menjalin koordinasi dan mengkomunikasikan seluruh aspriasi insan MDT baik ke tingkat pusat, provinsi maupun ke level pemerintah daerah melalui eksekutif atau legislatif.

"Setidaknya kami masih ada harapan adanya keberpihakan pemerintah terhadap dunia madrasah diniyah," ucap Suryana. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar