Yamaha

Relaksasi Iuran BPJamsostek tak Kurangi Manfaat JKK dan JKM

  Kamis, 10 September 2020   Aini Tartinia
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah. (Kemnaker)

JAKARTA, AYOTASIK.COM -- Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menegaskan, meskipun ada keringanan iuran kecelakaan kerja (JKK), iuran jaminan kematian (JKM) BPJamsostek sebesar 99%, hal itu takkan mengurangi manfaat dari keduanya.

"Ini bener-bener istimewa 99%. Tapi adanya penyesuaian iuran Jamsostek hak peserta untuk memperoleh manfaat tetap dilaksanakan. Manfaatnya tetap. Yang direlaksasi iurannya," kata Ida dalam konferensi pers, Rabu (9/9/2020).

Direktur Utama BPJamsostek Agus Susanto menambahkan, relaksasi iuran tersebut merupakan bentuk stimulus yang diberikan pemerintah kepada pemberi kerja. Ini juga melengkapi stimulus yang telah diberikan kepada pekerja melalui bantuan subsidi upah pekerja.

Senada dengan Ida, Agus menyebut, peserta tak perlu khawatir karena manfaat dari jaminan sosial ketenagakerjaan akan tetap sama meski ada keringanan iuran.

"Manfaat tidak berubah. Misal kecelakaan perlu perawatan semua ditanggung BPJmsostek sampai sembuh unlimited dan apabila meninggal ada santunan kematian. Selama dirawat ada santunan upah selama tak bisa kerja, kemudian yang meninggal anaknya dapat santunan beasiswa sampai perguruan tinggi sekolahnya," ujarnya.

Untuk keringanan ini, Agus memberi ilustrasi, misalnya saja untuk iuran JKM Rp6 ribu maka peserta cukup mengiur 1%-nya saja yaitu Rp68.

"Iuran JKM misal Rp 6ribu, kalau 1% nya kan cuma Rp68, jadi setahun cuma Rp800, setara satu krupuk tapi manfaatnya luar biasa," ungkapnya.

Ada tiga jenis pelonggaran iuran BPJS Ketenagakerjaan yang diterbitkan melalui PP Nomor 49 Tahun 2020 tersebut:

• Pertama, kelonggaran batas waktu iuran jaminan kecelakaan kerja (JKK), iuran jaminan kematian (JKM), iuran jaminan hari tua (JHT), iuran jaminan pensiun (JP) setiap bulan yang semula harus dibayar tiap tanggal 15 menjadi tanggal 30 bulan pada berikutnya.

• Kedua, keringanan iuran JKK dan iuran JKM sebesar 99% dari kewajiban iuran setiap bulan.

• Ketiga, penundaan pembayaran sebagian iuran JP sebesar 99% dari kewajiban setiap bulan. Ketentuan relaksasi dimulai sejak iuran program jaminan sosial ketenagakerjaan Agustus 2020 sampai Januari 2021.

Untuk memperoleh relaksasi, berdasarkan pasal 13 ayat (1) mensyaratkan pemberi kerja, peserta penerima upah dan peserta bukan penerima upah yang mendaftar sebelum Agustus 2020 diberikan keringanan iuran JKK dan JKM setelah melunasi iuran tersebut sampai Juli 2020.

Bagi pemberi kerja, peserta penerima upah dan peserta bukan penerima upah yang telah melunasi iuran JKK dan JKM pada Agustus 2020 atau bulan berikutnya dan terdapat kelebihan, maka kelebihan iuran JKK dan JKM tersebut diperhitungkan untuk pembayaran iuran JKK dan iuran JKM berikutnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar