Yamaha

Ingin Lunasi Utang, Kepala Minimarket di Tasik Nekat Buat Sandiwara Pencurian Toko Sendiri

  Selasa, 22 September 2020   Irpan Wahab Muslim
Pengungkapan Kasus Pencurian Kas Minimarket (Irpan/Ayotasik)

MANGUNREJA,AYOTASIK.COM -- RJ (30) warga Desa Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya terpaksa harus berpisah dengan istri dan dua anaknya karena terlibat tindak pidana pencurian minimarket. 

Aksi nekat itu dilakukan RJ karena berniat ingin melunasi utang. Namun nahas, niatnya itu justru mengantarkan dirinya mendekam dibalik jeruji besi.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Hario Prasetyo Seno mengatakan, kasus pembobolan brankas minimarket di Kecamatan Sukarame ini berhasil diungkap setelah melakukan olah TKP. Menariknya, ungkap Hario, yang melaporkan kejadian pencurian tersebut justru pelaku sendiri.

"Pelaku merupakan kepala toko alfamart tersebut nekat melakukan pencurian karena terlilit utang di akun pinjaman online sebesar Rp50 juta yang belum dilunasinya. RJ atau pelaku melaporkan pencurian di Alfamart Sukarame ke Polsek Sukarame," kata Hario, Selasa (22/9/2020).

Dari laporan tersebut, terang Hario, awalnya baik Satreskrim Polres Tasikmalaya dan Polsek Sukarame tidak mencurigai RJ yang melaporkan kejadian pencurian.

Setelah selesai melakukan olah TKP di Alfamart Sukarame, lanjut Hario, munculah kecurigaan bahwa pelaku pembobol brankas minimarket merupakan orang yang mempunyai akses ke toko tersebut.

"Karena dari hasil olah TKP tidak ada tanda-tanda kerusakan kunci pintu dari luar toko. Kita simpulkan bahwa pelaku yang mempunyai akses kepada ruko tersebut," ujar Hario.

Dari hasil olah TKP, lanjut Hario, kemudian dilakukan penyelidikan dengan memeriksa satu persatu pegawai di Alfamart Sukarame tersebut. Pada akhirnya mengerucut kepada satu orang.

"Yaitu RJ kepala toko Alfamart tersebut. Dari hasil pendalaman dan penyelidikan, kita dapatkan bukti dan pelaku tidak dapat menyangkal, telah melakukan pencurian," papar Hario.

Dari pengakuan pelaku, jelas Hario, untuk menghilangkan kecurigaan, tersangka sengaja melaporkan kejadian pencurian brankas Alfamart tersebut ke Polsek Sukarame. Bahkan, ungkap Hario, pelaku pun sengaja merusak bagian-bagian kunci brankas agar terlihat dibobol dan dicuri oleh orang lain.

"Motif pelaku karena terlilit hutang, dari pengakuannya hutang online sekitar Rp 50 juta. Sementara uang yang diambil dari brankas Alfamart Rp 47 juta, termasuk puluhan slove rokok, total kerugian Rp 60 juta," jelas Hario.

Pelaku pun sempat menggunakan uang hasil membobol brankas Alfamart untuk melunasi hutangnya. Barang bukti yang diamankan selain uang tunai Rp 26 juta juga ratusan bungkus rokok dan CCTV yang dirusak.

"Pelaku kita jerat pasal 363 ayat 1 tentang pencurian dengan ancaman pidana kurungan penjara selama tujuh tahun," tambah dia.

Pelaku, RJ (30) sendiri mengakui nekat mencuri dan membobol brankas di tempatnya bekerja Alfamart Sukarame, karena terlilit hutang pinjaman online.

"Terlilit hutang pak, gelap mata, ada kesempatan mencuri brankas uang di Alfamart. Saya sudah sembilan tahun sebagai karyawan Alfamart, di Sukarame saya kepala toko," tutur RJ.

 

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar