Yamaha

Bawaslu Bisa Tegur Pelanggar Protokol Kesehatan di Tahapan Pilkada

  Jumat, 25 September 2020   Irpan Wahab Muslim
Logo Bawaslu. (ist)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Khoerun Nasichin mengatakan, mengacu pada PKPU 13 tahun 2020 khususnya pasal 88, Bawaslu hanya berwenang memberikan teguran secara tertulis kepada pasangan calon bupati dan wakil bupati atau tim kampanye yang melanggar protokol kesehatan di saat kampanye dan tahapan pilkada lainnya.

“Sebenarnya kita juga sedang menunggu arahan dari Bawaslu RI terkait PKPU itu khususnya di pasal 88 tadi, teknisnya seperti apa nanti pasti dituangkan dalam Perbawaslu. Yang jelas kewenangan kita hanya memberikan teguran secara tertulis,“ ucap Khoerun melalui sambungan telepon, Jumat (25/9/2020).

Selanjutnya, lanjut Khoerun, jika surat teguran tertulis itu tidak diindahkan oleh pasangan calon bupati dan wakil bupati atau tim kampanye, Bawaslu akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, yakni kepolisian untuk membubarkan kegiatan yang melanggar protokol kesehatan tersebut.

“Di saat teguran kami tidak dijalankan oleh tim pemenangan atau paslon, baru kami koordinasi atau melaporkan kepada kepolisian. Mereka yang nantinya membubarkan acara misalnya,“ ucap Khoerun.

Khoerun menambahkan, dengan pelaksaan pilkada di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, tugas Bawaslu semakin bertambah. Bukan hanya mengawasi netralitas ASN maupun politik uang, Bawaslu juga mengawasi tentang pelanggaran protokol kesehatan.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar