Minimalisir Penyebaran Covid-19, Pesantren Gelar Swab Test

  Jumat, 02 Oktober 2020   Irpan Wahab Muslim
Guna meminimalisir penyebaran Covid-19, keluarga Pondok Pesantren Cipasung di Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya menggelar pemeriksaan swab tahap kedua kepada ratusan santri dan dewan guru, termasuk kepada keluarga pesantren. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM – Guna meminimalisir penyebaran Covid-19, keluarga Pondok Pesantren Cipasung di Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya menggelar pemeriksaan swab tahap kedua kepada ratusan santri dan dewan guru, termasuk kepada keluarga pesantren.

Humas Relawan Covid-19 Pesantren Cipasung, Deny Arif Rahman menuturkan, pemeriksan swab yang digelar Jumat (2/10/2020) merupakan tahap dua. Langkah tersebut, kata Deny, dilakukan setelah adanya puluhan santri termasuk beberapa dewan guru, terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan swab tahap pertama yang dilakukan pada hari Senin (28/8/2020) lalu.

"Kami dari relawan Covid-19 Pesantren Cipasung beserta Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya, melakukan pemeriksaan swab tahap kedua, terhadap 200 orang santri termasuk pak kiai sesepuh pesantren," kata Deny.

Menurut Deny, pemeriksaan swab tahap pertama dilakukan terhadap 148 santri dan hasilnya tercatat ada 86 santri serta empat orang anggota keluarga besar pesantren yang pernah kontak erat dengan santri terkonfirmasi Covid-19.

Deny menyebutkan, ke depan, pihaknya bersama tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 termasuk di dalamnya tim Satgas Dinas Kesehatan, tim medis RSUD SMC Kabupaten Tasikmalaya dan Sigesit 119, akan memeriksa swab kepada masyarakat yang berada di sekitar komplek pesantren seiring dengan upaya tim gugus tugas Covid-19 kabupaten, melakukan upaya tracing/tracking.

"Sampai saat ini pihak pesantren terus berikhtiar menangani permasalahan pandemi Covid-19. Salah satu langkah yang telah dan akan kami lakukan adalah  swab test secara bertahap, termasuk penanganan santri secara intensif," ujar Deny.

Terkait santri yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19, Deny menyebutkan, satu orang santri sudah diisolasi di RSUD SMC per hari Kamis kemarin, karena mengalami diare.

Sementara untuk santri lainnya yang tanpa gejala, diisolasi mandiri di kamar kamar khusus yang telah disiapkan pesantren dengan protokol kesehatan yang sangat ketat dan terjamin.

"Selain santri, empat anggota keluarga  pesantren juga telah diisolasi. Tiga di RSUD SMC dan satu orang isolasi mandiri di rumahnya. Ia merupakan dewan pembina pesantren," ucap Deny.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar