Muncul Klaster Pesantren, Wali Santri Khawatir Anak Tertular Covid-19

  Jumat, 02 Oktober 2020   Irpan Wahab Muslim
Pesantren Cipasung, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, setelah puluhan santri terpapar Covid-19. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Munculnya klaster pesantren yang ditandai dengan adanya 86 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di lingkungan Pesantren Cipasung, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya membuat orang tua yang menitipkan anaknya menimba ilmu agama di pesantren khawatir.

Ariesta (40), warga Kecamatan Singaparna misalnya, ia merasa was-was dan khawatir anaknya yang saat ini belajar di pondok pesantren di wilayah Kecamatan Cikatomas terpapar Covid-19. Sebagai langkah antisipasi, kata Ariesta, ia selalu mengirimkan berbagai suplemen dan vitamin termasuk handsanitizer kepada anaknya.

“Baca di berita banyak santri yang kena virus corona, saya jadi khawatir sama anak saya. Makanya saya selalu telepon nanya kabar dia tiap hari. Pas waktu ngirim uang, saya juga bawa vitamin biar anak kuat, “ ucap Ariesta, Jumat (2/10/2020).

Ungkapan serupa dikatakan Joni Suherman (43) warga Karawang, Jawa Barat. Joni yang menitipkan anaknya di salah satu pesantren di Kecamatan Sukarame menuturkan, setelah melihat pemberitaan tentang adanya klaster pesantren di Kabupaten Tasikmalaya, ia merasa tidak tenang dengan kondisi anaknya.

Meskipun yakin pihak pesantren menerapkan protokol kesehatan yang ketat, namun sebagai orang tua ia menganggap wajar jika mempunyai kekhawatiran berlebih. Mengingat anaknya jauh dari pantauan orang tua.

“Waswas pasti ada pak, namanya juga orang tua ke anak. Ya saya hanya bisa berdoa kepada Alloh agar anak saya disehatkan. Saya juga yakin pihak pesantren selalu punya kebijakan terbaik bagi santri, “ ucap Joni melalui sambungan telepon.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar