Yamaha

1.000 Kelompok Masyarakat Terdampak Covid 19 Terima Bantuan Kemnaker RI.

  Minggu, 04 Oktober 2020   Heru Rukanda
Kemnaker RI melalui Direktorat Pengembangan dan Perluasan Kesempatan Kerja, Luncurkan Bantuan Program Jaring Pengaman Sosial (JPS) kepada 1.000 Kelompok Masyarakat Dampak Covid-19 di Kota Tasikmalaya, Sabtu, (3/10/2020). (AyoTasik.com/Heru Rukanda)

CIHIDEUNG. AYOTASIK.COM -- Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia meluncurkan dan menyerahkan bantuan kepada 1.000 kelompok masyarakat yang terdampak Covid-19 melalui program Jaring Pengaman Sosial (JPS) di Kota Tasikmalaya, Sabtu (3/10/2020).

Bantuan tersebut untuk sementara baru diberikan di 6 provinsi yakni Provinsi Banten sebanyak 61 kelompok, Jawa Barat 304 Kelompok, Jawa Tengah 250 kelompok, Jawa Timur 328 kelompok, Lampung 37 kelompok, dan Yogyakarta 20 kelompok masyarakat. Masing-masing kelompok masyarakat mendapatkan bantuan sebesar Rp39 juta.

Menteri Ketenagakerjaan RI, Ida Fauziyah mengatakan, bantuan tersebut dikhususkan bagi kelompok masyarakat yang wirausaha, menganggur, dan hampir jadi pengangguran akibat pandemi covid-19.

"Launching program bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) dampak covid-19 tahun 2020 ini dalam rangka melakukan langkah strategis, untuk menciptakan, pengembangan dan perluasan kesempatan kerja dalam penanganan Covid – 19. Melalui ide-ide yang kreatif dan inovatif, kami yakin akan semakin banyak penganggur dan korban PHK akibat Covid-19 yang beralih menjadi wirausahawan baru," ujar Ida dalam sambutannya yang dilakukan secara daring.

Kendati pada masa social distancing, tetapi dengan bantuan platform wirausaha online atau startup business, hasil karya para wirausaha baru diharapkan dapat berkembang pesat, serta mampu  bersaing di pasar bebas.

"Wirausaha tidak hanya sekadar berkontribusi dalam menumbuhkan kembali perekonomian, tetapi membuka peluang kesempatan kerja bagi orang lain," ucap Ida.

Sekda Pemkot Tasikmalaya Ivan Dicksan mengatakan, pihaknya sangat menyambut baik kegiatan dari kementerian ketenagakerjaan yang diluncurkan di Kota Tasikmalaya. Dengan program Jaring Pengaman Sosial (JPS), tenaga kerja terdampak akibat perusahaannya yang kolep akibat covid -19 diharapkan kembali produktif.

Kota Tasikmalaya merupakan kota industri kreatif dengan jumlah unit usaha sebanyak 3.794 unit, dengan nilai hasil industri sebanyak Rp3 triliun lebih, dan mampu menyerap tenaga kerja sekitar 40.000 orang.

"Alhamdulillah dari jumlah tenaga kerja sebanyak 2.221 orang telah menerima bantuan jamsostek ketenaga kerjaan," ujar Ivan.

Lebih lanjut Ivan mengatakan, setelah menerima bantuan dari kemnaker, diharapkan dapat membantu pertumbuhan ekonomi ditingkat mikro, sehingga ketahanan ekonomi lokal bisa kembali.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar