Cegah Covid-19, Pesantren di Tasikmalaya Perketat Kunjungan

  Senin, 05 Oktober 2020   Irpan Wahab Muslim
ilustrasi -- situasi Pesantren Cipasung Tasikmalaya dengan penuh penjagaan pasca sejumlah santri tertular Covid-19. Pihak pesantren menerapkan karantina lokal bagi para santri, Jumat (2/10/2020). (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

SUKARAME, AYOTASIK.COM – Munculnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Pesantren Cipasung, Kecamatan Singaparna, membuat pesantren-pesantren di daerah Kabupaten Tasikmalaya melakukan segala upaya agar para santrinya tidak terpapar Covid-19.

Upaya itu, dengan mewajibkan para santri dengan membersihkan kamar tempat mereka tingga. Kunjungan tamu maupun orang tua ke lingkungan pesantren pun dibatasi.

Seperti yang dilakukan pesantren Nurul Wafa Gunung Hideung di Kecamatan Sukarame. Mereka membatasi kunjungan tamu yang hendak memasuki kawasan pesantren. Selain dipariksa suhu tubuh, mereka juga ditanya perihal kepentingan masuk ke area pesantren.

“Orang tua santri juga kami terpaksa batasi, kalaupun bertemu dengan anaknya, mereka diwajibkan menjaga jarak dan tidak lama. Karena kami melihat, penyebaran corona ini dari luar atau bisa juga dari tamu atau orang tua santri, “ ucap pengasuh pesantren Gunung Hideung, Cep Zamzam Dzulfikar Nur, Senin (5/10/2020).

Selain itu, bagi para santri juga dibatasi jumlah kunjungan ke luar komplek pesantren. Di saat ada santri yang terpaksa harus berbelanja kebutuhan ke luar komplek, hanya bisa dilakukan oleh satu orang santri saja.

“Misalkan yang ada keperluan ke singaparna 10 santri, nah kita tetapkan aturan hanya bisa satu orang tidak lebih. Setelah kembali ke pesantren, santri itu kita periksa betul-betul, “ kata Cep Zamzam.

Selain menerapkan aturan-aturan itu, pengurus pesantren juga mewajibkan selurh santri yang berjumlah 1.200 orang untuk berolahraga satu hari dua kali. Yakni pada waktu pagi dan sore hari. Hal ini sebagai upaya untuk memperkuat imun tubuh para santri agar kuat terhadap penyakit terlebih oleh virus corona.

“Selain itu, kita juga berikan asupan makanan yang bergizi. Karena imun tubuh santri harus kuat agar bisa melawan datangnya berbagai penyakit termasuk virus Corona. Kita juga siapkan beberapa fasilitas penunjang protokol kesehatan,“ papar Cep Zamzam.

Hal yang sama diungkapkan Abdul Hakim, pengasuh Pondok Pesantren Abdul Jabar di Kecamatan Singaparna. Ia menuturkan, sebelum muncul klaster pesantren, pihaknya sudah memberlakukan pembatasan kunjungan bagi tamu maupun orang tua santri. Aturan itu pun semakin diperketat pasca adanya kasus Covid-19 di lingkungan pesantren di daerah Tasikmalaya.

Selain itu, pihak pesantren selalu menerapkan pengecekan suhu tubuh bagi para tamu maupun orang tua santri yang akan berkunjung ke komplek pesantren.

“Kami juag siapkan ruangan isolasi khusus untuk santri yang baru datang dari luar rumahnya terutama yang berada di zona merah, “ ujar Abdul Hakim.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar