Yamaha

HUT Kota Tasikmalaya ke-19, Wali Kota Ajak Cintai Hasil Pembangunan

  Sabtu, 17 Oktober 2020   Heru Rukanda
Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman (bawah, kedua dari kiri) berfoto bersama Forkopimda Kota Tasikmalaya, Sabtu (17/10/2020). (Ayotasik.com/Heru Rukanda)

BUNGURSARI, AYOTASIK.COM -- Di tengah Pandemi Covid-19, peringatan hari jadi Kota Tasikmalaya ke-19 diisi dengan kegiatan Sidang Paripurna di sekretariat DPRD, Jumat (16/10/2020).

Di samping itu, diselenggarakan upacara bendera di Bale Kota Tasikmalaya dengan protokol kesehatan yang ketat serta digelar terbatas dan sederhana, Sabtu (17/10/2020). Kendati dilaksanakan secara sederhana, tetapi tidak menghilangkan esensi peringatan hari jadi, yaitu rasa syukur kepada Allah Swt atas nikmat pembangunan Kota Tasikmalaya, juga sebagai sarana muhasabah dan perbaikan diri.

Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman mengatakan, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tasikmalaya memperlihatkan capaian indikator makro (CIM) dengan  perkembangan angka indeks pembangunan manusia (IPM) tahun 2018 adalah 72,03 poin naik menjadi 72,84 poin pada tahun 2019.

Lalu angka indeks kesehatan yang juga mengalami kenaikan dari 79,54 poin pada tahun 2018 menjadi 79,89 poin pada tahun 2019. Angka indeks pendidikan tahun 2018 sebesar 67,41 poin naik menjadi 67,77 poin pada tahun 2019. Angka indeks daya beli tahun 2018 sebesar 69,69 poin naik menjadi 71,37 poin pada tahun 2019.

"Intinya kenaikan IPM itu ditopang oleh indeks kesehatan, indeks pendidikan yang di dalamnya ada angka harapan hidup, dan indeks daya beli," ujar Budi.

Capaian lain yang diraih Pemkot Tasikmalaya yakni angka kemiskinan pada tahun 2018 menurun cukup signifikan dari 12,71%  menjadi 11,60% pada tahun 2019. Tingkat pengangguran terbuka yang menurun dari angka 6,85% pada tahun 2018 menjadi 6,75% pada tahun 2019, tingkat Inflasi tahun 2019 juga rendah yaitu 1,72% menurun dari tahun 2018 sebesar 2,30%, dan partisipasi angkatan kerja naik dari 62,75% tahun 2018 menjadi 65,38% tahun 2019.

Budi menambahkan, dengan semakin meningkatnya kasus positif Covid-19, maka untuk memutus mata rantai penyebarannya serta pengendaliannya, pemerintah kota telah melakukan strategi percepatan penanganan Covid-19 dengan memonitoring pergerakan orang yang keluar dan masuk perbatasan.

"Kami melakukan pembatasan sosial berskala besar tahap I sampai dengan tahap IV, karantina mikro di Kelurahan Nagarasari dan Kecamatan Tamansari, testing, tracking, dan treatment," ucap Budi.

Selain itu, pihaknya membentuk tim gugus tugas dari tingkat kecamatan sampai, publikasi dan sosialisasi protokol kesehatan, penerapan sanksi berupa kerja sosial bagi pelanggar protokol kesehatan, membentuk kampung tangguh Covid-19, dan membagikan masker gratis bagi 500.000 warga.

Di samping itu, menyediakan sarana fasilitas kesehatan untuk penanganan Covid-19,  penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan, penyemprotan disinfektan secara masif, dan berkelanjutan di beberapa wilayah terdampak. 

Lalu penambahan ruang atau gedung tempat isolasi di RSUD dr. Soekardjo, penyediaan alat PCR test, pembatasan kegiatan publik hingga pukul 20.00 WIB, patroli penegakan disiplin protokol kesehatan setiap hari, rencana menyewa hotel untuk tempat isolasi apabila tempat isolasi yang tersedia sudah penuh, melakukan rapid test, dan PCR test secara massal.

Budi melanjutkan, selama rentang waktu 19 tahun usia pemerintah daerah ini, telah banyak capaian luar biasa yang diraih. Beberapa di antaranya hasil pembangunan yang dapat dilihat dan dirasakan oleh masyarakat dari tahun ke tahun. Selain itu, pemerintah kota telah banyak menerima penghargaan baik itu dari pemerintah pusat maupun provinsi.

"Beberapa penghargaan yang diterima yaitu penghargaan program kampung iklim kategori utama dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, penghargaan sekolah adiwiyata nasional tahun 2019 dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang diberikan kepada SD Mancogeh, SMP 13, dan SMA 6 Kota Tasikmalaya," ungkap Budi.

Beberapa penghargaan lainnya yang diterima adalah penghargaan sebagai kota peduli hak asasi manusia dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, penghargaan kategori layanan prima untuk jaringan dokumentasi informasi hukum dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, dan penghargaan paramesti dari Menteri Kesehatan.

Selanjutnya, penghargaan Gapoktan berprestasi tingkat nasional dari Menteri Pertanian, penghargaan kota layak anak tingkat pratama dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, penghargaan akuntabilitas kinerja tahun 2019 (Sakip) dengan nilai BB dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara.

"Alhamdulillah, untuk kali keempatnya Pemerintah Kota Tasikmalaya kembali meraih opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia," tambah Budi.

Tahun 2020, pemerintahannya juga terus melakukan pembangunan fisik. Di antaranya penambahan gedung atau ruang baru Puskesmas Tamansari, penambahan gedung atau ruang baru Puskesmas Cibeureum, pembangunan Gedung Public Safety Center (PSC) 119, pembangunan Rumah Sakit tipe D Dewi Sartika, pembangunan Rumah Sakit tipe D Purbaratu, dan pembangunan mal pelayanan publik.

Kemudian rehabilitasi Gedung Juang 1945, pembangunan Jembatan Cikalang Lingkar Utara, pembangunan Jalan Lingkar Utara, pembangunan Gedung Negara (DID), rehabilitasi gedung untuk ruang isolasi penanganan Covid-19 RSUD dr. Soekardjo, dan lanjutan pembangunan gedung Rumah Sakit Rujukan Regional RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya.

Budi bersama wakilnya, Muhammad Yusuf, sangat mengapresiasi sinergitas seluruh pelaku pembangunan, ASN di lingkungan pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, dan DPRD selaku penyelenggara pemerintahan, serta masyarakat.

"Saya berharap hasil pembangunan yang berkelanjutan ini dapat bermanfaat bagi semua. Dirgahayu Ke-19 Kota Tasikmalaya," tuturnya.

Pada momentum 19 tahun Kota Tasikmalaya, Budi mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk melakukan perubahan bukan saja demi kepentingan diri pribadi, keluarga, dan masyarakat, tetapi juga bagi nilai-nilai kemanusiaan dalam ruang lingkup yang lebih luas.

"Kepada seluruh pelaku pembangunan untuk senantiasa melakukan langkah-langkah perbaikan bersifat terobosan dan menciptakan kepeloporan, serta kreatifitas pada berbagai bidang demi akselerasi pencapaian visi Pemerintah Kota Tasikmalaya yaitu Kota Tasikmalaya yang religius, maju dan madani," ucap Budi.

Atas semua capaian, Budi mengajak masyarakat mencintai hasil pembangunan pemerintahan. "Harapan saya seluruh masyarakat bisa mencintai hasil pembangunan selain mencintai diri sendiri dan sesama," pungkasnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar